Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia
Sosial  

Polisi Selidiki Pelaku Pembuang Bayi di Kalipuro

Daftarkan email Anda untuk Berlangganan berita dikirim langsung ke mailbox Anda

Polisi Yakini Pembuang Bayi Bukan Orang Jauh

BANYUWANGI – Kepolisian Sektor (Polsek) Kalipuro menyelidiki siapa pelaku pembuang bayi berjenis kelamin perempuan di Dusun Bulupayung, Desa Bulusari, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, beberapa hari lalu. Polisi menduga pelaku pembuang bayi bukanlah orang dari luar wilayah tersebut.

“Saat ini kami terus mendata perempuan yang hamil tua dan baru melahirkan, khususnya di sekitar wilayah penemuan bayi tersebut,” ungkap Kapolsek Kalipuro AKP I Ketut Wijaya, Jumat (4/5/18).

AKP I Ketut Wijaya mengungkapkan, sempat ada yang dicurigai namun ternyata dugaan tersebut tidak terbukti. “Setelah kita cek, ternyata orang yang dicurigai masih belum melahirkan,” terangnya.

Dia menduga pelaku pembuang bayi bukan orang dari luar wilayah itu. Dugaan tersebut didasarkan pada lokasi wilayah tersebut yang cukup terpencil. Selain itu, jalan menuju wilayah itu dalam kondisi rusak. Sehingga kecil kemungkinan orang dari luar wilayah itu datang ke sana untuk membuang bayi itu.

Saat ini, bayi perempuan tersebut dirawat oleh Siti Mubarokah, istri dari Ramawito, warga yang pertama menemukan bayi tersebut. Keputusan untuk menitipkan bayi itu kepada Siti Mubarokah merupakan kesepakatan dari pihak kepala desa setempat dan bidan desa. “Kebetulan yang bersangkutan memang belum memiliki anak,” jelasnya.

Dia menegaskan, saat ini bayi tersebut masih sebatas dititipkan. Jika nantinya memang diadopsi, prosesnya harus dilakukan sesuai dengan mekanisme yang ada, yakni melalui penetapan pengadilan. “Kalau mau diadopsi yang harus dilakukan sesuai aturan yang ada,” ucap Wijaya.

Untuk diketahui, sesosok bayi perempuan ditemukan Ramawito di depan rumahnya Selasa (1/5/18) pagi. Ramawito menemukan bayi malang itu sekitar pukul 04.15 WIB pagi. Bayi tersebut dalam keadaan tanpa pakaian dengan beralaskan karung plastik putih. Diduga bayi tersebut baru saja dilahirkan karena tali pusarnya masih belum dipotong dan masih penuh darah.