Rising Star Kiper Persewangi Dodi Boy Vinalosa

0
808

Bermain di tingkat junior, warga Ringinsari, Ke camatan Pesanggaran, itu pernah berkostum tim besar, PSMP Junior. Bakat Boy membuatnya dipanggil dalam skuad sepak bola Jawa Timur. Sebagai penjaga gawang, Boy tampil di PON Riau 2012. Namun, dia tidak dianggap sebagai atlet Banyuwangi. Dia dianggap sebagai atlet asal Surabaya. “Aku pakai nama atlet asal Surabaya saat itu,” ujarnya. Lewat PON, identitas Boy sebagai seorang pesepak bola mulai terdengar.

Memamerkan gerakan akrobatik saat menangkap bola menjadi ciri khasnya. Hal itulah yang membuatnya sering mendapat aplaus dari penonton yang menyaksikan. Sementara itu, munculnya Boy sebagai anggota tim sepak bola membuat teman dekatnya terkejut. Keluarga, teman, dan para tetangga, hanya mengetahui Boy seba gai pemain bola level sekolah. Apalagi, ke pindahannya ke Surabaya setelah lulus SMP tidak dalam rangka mengembangkan bakat sepak bola. “Awalnya terkejut. Tapi orang tua akhirnya tahu pas akan pemusatan latihan di Vietnam. Di koran ada foto saya, dan itu jadi bukti untuk mereka (orang tua),” bebernya.

Belum selesai terkejut melihat Boy di PON 2012 di Riau, para kerabat kini kembali terkejut. Kepercayaan manajemen Persewangi merekrut adik Lilik Damiati dan Sugeng Hariadi itu yang membuat mereka kembali terkejut. Apalagi, dalam tim berjuluk Laskar Blambangan di pentas Divisi Utama Indonesia Super League musim ini, Boy dipercaya sebagai kiper utama. Justru itulah yang menjadi spirit sekaligus tantangan bagi Boy.

Keterkejutan orang terdekatnya itu di jawab dengan penampilan luar biasa di bawah gawang Persewangi. Di tiga kali pertandingan yang sudah dilakoni Persewangi, dia masih menjadi dipercaya pelatih Bagong Iswahyudi dan Mohamad Hasan. Boy berharap, dirinya mampu mengangkat prestasi Persewangi Banyuwangi di pentas Divisi Utama. “Saya ingin mengangkat dan meraih prestasi bersama Persewangi,” tegasnya. (radar)

Vietnam Masuk Koran

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | Next → | Last