Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia
News  

Sengketa Lahan Seluas 1,3 Hektare: Warga Banyuwangi Desak Pengembalian Hak dari Perusahaan

Sengketa Lahan Seluas 1,3 Hektare: Warga Banyuwangi Desak Pengembalian Hak dari Perusahaan
Sengketa Lahan Seluas 1,3 Hektare: Warga Banyuwangi Desak Pengembalian Hak dari Perusahaan

Pengalaman digital Anda kini jauh lebih cerdas dan praktis berkat dukungan penuh teknologi Galaxy AI.

Cek Disini 👉 https://byek.link/SdLmyNx5

Samsung Galaxy S25 Ultra 12/1TB hadir dengan kamera 200MP, prosesor Snapdragon 8 Elite, dan S Pen untuk mendukung performa serta kreativitas maksimal Anda.
—————————————————————————————————-

Rahmat, warga Lateng, Banyuwangi, menuntut kembali lahan seluas 13.990 meter persegi atau sekitar 1,3 hektare yang ia klaim dikuasai PT Misi Mulia Petronusa sejak 2016. Sengketa lahan di Kecamatan Kalipuro itu memuncak saat Rahmat bersama sejumlah warga mendatangi area perusahaan untuk memperjuangkan hak atas tanah yang disebutnya milik keluarga sejak lama.

Rahmat menunjukkan sertifikat tanah atas nama dirinya sebagai bukti kepemilikan. Ia menyebut lahan itu sudah tercatat dalam letter C sejak 1956, lalu pada 1995 disertifikatkan atas namanya oleh Badan Pertanahan Banyuwangi.

Ia mengatakan persoalan bermula ketika proyek PT MMP, anak perusahaan Bosowa Energasindo, mulai berdiri di atas tanah tersebut pada Februari 2016. Menurut Rahmat, sebelum proyek berjalan, pada 2014 seorang direktur keuangan PT MMI bernama Tugiman sempat menawarkan sewa lahan senilai Rp 20 juta per bulan, tetapi pembayaran itu tak pernah diterima.

Rahmat juga menyebut pada 2016 sempat ada tawaran pembayaran awal kepada dirinya dan pemilik tanah lain di lokasi yang sama. Namun, kesepakatan tidak tercapai dan pembayaran tak kunjung dilakukan hingga kini.

Dalam aksinya, Rahmat menegaskan dirinya masih membayar pajak tanah setiap tahun sebesar Rp 1,3 juta. Ia juga menyatakan memiliki dokumen otentik yang memperkuat klaim kepemilikannya.

Upaya Rahmat memasuki area tanah miliknya sempat diwarnai dorong-dorongan dengan aparat kepolisian. Ia menyatakan akan bertahan di lokasi sampai ada pihak perusahaan yang menemui dan memberikan kejelasan atas tuntutannya.

Hingga berita ini ditulis, pihak direksi PT MMP belum memberikan tanggapan saat dimintai konfirmasi oleh petugas jaga di lokasi.

#Banyuwangi #SengketaTanah #HakMilik #PTMMP #Kalipuro #LahanSengketa #WargaBanyuwangi #TanahSengketa #BosowaEnergasindo