Suasana Lebaran di Lapas Kelas II Banyuwangi

0
367

Ramainya pengunjung dan narapidana yang berkumpul di lapas itu ternyata dimanfaatkan narapidana yang belum sempat dibesuk keluarganya untuk mengais rezeki. Ada beberapa narapidana yang berkeliling  untuk menjajakan kerajinan tangan yang mereka buat sendiri  selama di dalam lapas.

Ada patung, perahu dari kayu, burung dari lidi, dan lain sebagainya. ”Kebetulan keluarga belum membesuk, jadi ini nyambi jualan kerajinan karya saya,” ujar Dedek, 33, penghuni lapas asal Kecamatan Tegaldlimo. Harga kerajinan yang dijual berkisar antara Rp 100 ribu – Rp  200 ribu.

Harga tersebut tampaknya pantas. Sebab, kerajinan yang dibuat penghuni lapas itu tidak kalah bagusnya dengan kerajinan tangan yang dibuat seniman. ”Bisa ditawar kok,” tambah Dedek sembari berkeliling menjajakan kerajinan tangannya.

Loading...

Selain itu, suara musik dangdut secara live plus penyanyi layaknya sebuah orkes juga tidak  henti berkumandang mengiringi para narapidana yang sedang bersilaturahmi. Ternyata para pemusik dangdut tersebut adalah warga binaan Lapas Kelas II Banyuwangi yang memiliki keahlian  bermusik.

”Oh, itu yang main anak-anak penghuni Lapas sini. Nama band mereka Kapok Band,”  ujar Komandan Jaga Lapas Kelas II Banyuwangi, Sudarto, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Sudarto mengatakan, pada saat Lebaran jam besuk bagi keluarga memang lebih panjang daripada  hari biasa.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | ... | Next → | Last

Baca :
Curtin University-Unair Telusuri Jejak Sejarah Inggrisan Banyuwangi dengan Broome Australia