Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia
Event  

Tabuhan Hadrah Meriahkan Festival Kuntulan Caruk

Foto: Facebook/Banyuwangi 360
Daftarkan email Anda untuk Berlangganan berita dikirim langsung ke mailbox Anda
Foto: Facebook/Banyuwangi 360

BANYUWANGI – Festival Kuntulan Caruk yang digelar pemkab Banyuwangi sukses memukau ribuan penonton. Pukulan alat musik hadrah yang dimainkan para siswa SLTA untuk mengiringi tari Kuntulan terdengar membahana di Gesibu Blambangan Banyuwangi.

Dilansir dari banyuwangikab, festival ini dibuka Wakil Bupati (Wabup) Banyuwangi Yusuf Widyatmoko dan disaksikan ribuan pecinta kesenian kuntulan dari berbagai usia, Sabtu (5/10/2019) malam.

Wabup Yusuf mengatakan, kuntulan adalah seni budaya yang tumbuh subur di Banyuwangi, dan yang mendapat sentuhan nilai-nilai Islami. Kuntulan memadukan antara tarian dan musik hadrah. “Caruk” sendiri dalam Bahasa Osing berarti bertemu.

“Jadi festival kuntulan caruk adalah semacam lomba yang mempertemukan grup-grup kuntulan se-Banyuwangi dalam sebuah pentas,” kata Wabup Yusuf.

“Kami mengangkat festival ini, karena Kuntulan adalah salah satu budaya lokal yang telah membumi di Banyuwangi,” imbuhnya.

Foto: Facebook/Banyuwangi 360

Dalam kesenian ini, para penari menampilkan tari Rodat sembari membawakan bait-bait pujian Islami. Kostum yang dikenakan penari terkesan santun, seperti memakai kerudung dan sarung tangan, hingga memakai kaos kaki yang menutupi seluruh aurat pada tubuh.

Tarian yang dibawakan para penarinya pun banyak memanfaatkan gerakan tangan dan kaki. Yang membuat istimewa Kuntulan, adalah iringan musik hadrah dari para penabuhnya. Mereka menabuh hadrah sebagai musik pengiring dengan semangat dan rancak.

Festival ini diikuti puluhan grup kuntulan tingkat SLTA se-Banyuwangi. Secara bergantian, mereka tampil menyuguhkan atraksi terbaiknya.

“Gebrakan hadrahnya membuat kami serasa bersemangat. Musiknya keren, kostumnya juga oke,” kata Imam, wisatawan dari Surabaya yang turut menyaksikan atraksi tersebut.

Foto: banyuwangikab

Sementara itu, melalui sambungan facetime, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa sejak tahun lalu Festival Kuntulan Caruk telah masuk dalam agenda resmi Banyuwangi Festival (B-Fest). Ini sebagai upaya untuk terus merawat dan melestarikan tradisi Banyuwangi.

“Semoga ini bisa menjadi panggung bagi anak-anak muda untuk ambil bagian dalam pelestarian budaya lokal,” kata Bupati Anas.

“Kami berharap agar anak-anak Banyuwangi tetap mencintai budaya daerahnya di tengah gempuran budaya asing yang kian kuat,” tambahnya.

Foto: Facebook/Banyuwangi 360

Bupati Anas juga menyampaikan bahwa B-Fest telah masuk jajaran Top 45 inovasi pelayanan publik terbaik dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dari 3.156 program inovatif se-Indonesia yang masuk dalam penilaian.

“Sebagai reward, kita akan diganjar Rp. 10 Miliar dari pemerintah pusat. Semoga ini bisa menjadi trigger bagi kita untuk terus melahirkan inovasi-inovasi hebat dengan merangkul budaya seni lokal kami,” pungkasnya.