Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Tol Sicincin–Padang Panjang Dibangun Dua Terowongan 5,85 Km, Jadi Ikon Baru Transportasi Sumbar

tol-sicincin–padang-panjang-dibangun-dua-terowongan-5,85-km,-jadi-ikon-baru-transportasi-sumbar
Tol Sicincin–Padang Panjang Dibangun Dua Terowongan 5,85 Km, Jadi Ikon Baru Transportasi Sumbar

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com = Provinsi Sumatera Barat bersiap memiliki ikon baru di sektor transportasi darat.

Dua ruas terowongan panjang akan dibangun pada jalan tol Sicincin–Padang Panjang, bagian dari proyek strategis nasional Tol Padang–Pekanbaru.

Infrastruktur ini digadang-gadang menjadi simbol kemajuan konektivitas wilayah Sumbar, menyusul pembangunan fly over Sitinjau Lauik yang saat ini masih dalam proses penyelesaian.

Pembangunan terowongan ini berada di ruas Sicincin/Kayu Tanam–Padang Panjang dan dirancang untuk menembus medan pegunungan yang selama ini menjadi tantangan utama konektivitas darat di Sumatera Barat.

Dua Terowongan Panjang Total 5,85 Kilometer

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengungkapkan bahwa pada segmen Sicincin/Kayu Tanam–Padang Panjang akan dibangun dua terowongan dengan total panjang mencapai 5,85 kilometer.

  • Terowongan pertama: sepanjang 5,5 kilometer
  • Terowongan kedua: sepanjang 0,35 kilometer

Menurut Mahyeldi, pembangunan terowongan menjadi solusi paling realistis mengingat karakteristik medan yang curam, berkelok, dan rawan bencana.

“Mengingat karakteristik medan yang cukup kompleks dan perlu terowongan, maka dibutuhkan survei dan analisis yang komprehensif sebagai dasar perencanaan. Saat ini survei topografinya sudah selesai dilaksanakan,” ujar Mahyeldi, dikutip Rabu (4/2/2026).

Skema Kombinasi: At Grade, Jembatan, dan Terowongan

Tak hanya terowongan, pembangunan jalan tol di segmen ini juga menggunakan skema kombinasi konstruksi.

Pada trase Sicincin/Kayu Tanam–Padang Panjang, sistem pembangunannya dirancang sebagai berikut:

  • 4,45 kilometer jalan at grade (di atas permukaan tanah)
  • 10 kilometer jembatan
  • Sisanya berupa terowongan

Sementara itu, pada segmen Bukittinggi–Padang Panjang, konstruksi akan lebih dominan berada di permukaan tanah, yakni:

  • 17 kilometer jalan at grade
  • 2,71 kilometer jembatan

Skema ini dipilih untuk menyesuaikan kondisi geografis masing-masing wilayah, sekaligus menekan risiko teknis dan lingkungan.

Tol Sicincin–Bukittinggi Dibagi Dua Segmen

Sumber: Antara, Instagram @westsumatra_ssc


Page 2

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sepakat membagi pembangunan Tol Padang–Pekanbaru seksi Sicincin–Bukittinggi sepanjang 40,01 kilometer menjadi dua segmen utama, yakni:

  1. Segmen Sicincin/Kayu Tanam–Padang Panjang
  2. Segmen Bukittinggi–Padang Panjang

Masing-masing segmen akan dilengkapi satu interchange (simpang susun) guna memperkuat konektivitas antarwilayah, termasuk Padang Pariaman, Agam, Tanah Datar, Bukittinggi, dan Padang Panjang.

Nilai Investasi Capai Rp25,23 Triliun

Dari sisi pembiayaan, proyek tol Sicincin/Kayu Tanam–Bukittinggi diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp25,23 triliun.

Nilai tersebut mencerminkan kompleksitas pekerjaan konstruksi, khususnya pembangunan terowongan panjang dan jembatan di kawasan perbukitan.

“Perencanaannya akan disesuaikan dengan kondisi medan yang memiliki kompleksitas tinggi,” tegas Mahyeldi usai mengikuti rapat pembahasan lanjutan di Kementerian PU, Jakarta.

Tahap Lanjut: Survei Geoteknik Dimulai Februari

Setelah survei topografi rampung, tahapan berikutnya adalah survei geoteknik, berupa boring investigation atau penyelidikan tanah melalui pengeboran vertikal.

Survei ini krusial untuk menentukan desain akhir terowongan dan struktur jalan tol.

Survei geoteknik dijadwalkan berlangsung pertengahan Februari hingga awal Mei 2026.

Dorong Ekonomi dan Keselamatan Transportasi

Pembangunan tol dengan terowongan panjang ini diharapkan tidak hanya mempercepat waktu tempuh Padang–Bukittinggi–Pekanbaru, tetapi juga meningkatkan keselamatan perjalanan, mengurangi kemacetan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Sumatera Barat.

Dengan hadirnya terowongan tol Sicincin–Padang Panjang dan fly over Sitinjau Lauik, Sumatera Barat bersiap memasuki era baru konektivitas darat yang lebih modern, aman, dan efisien. (*)

Sumber: Antara, Instagram @westsumatra_ssc


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com = Provinsi Sumatera Barat bersiap memiliki ikon baru di sektor transportasi darat.

Dua ruas terowongan panjang akan dibangun pada jalan tol Sicincin–Padang Panjang, bagian dari proyek strategis nasional Tol Padang–Pekanbaru.

Infrastruktur ini digadang-gadang menjadi simbol kemajuan konektivitas wilayah Sumbar, menyusul pembangunan fly over Sitinjau Lauik yang saat ini masih dalam proses penyelesaian.

Pembangunan terowongan ini berada di ruas Sicincin/Kayu Tanam–Padang Panjang dan dirancang untuk menembus medan pegunungan yang selama ini menjadi tantangan utama konektivitas darat di Sumatera Barat.

Dua Terowongan Panjang Total 5,85 Kilometer

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengungkapkan bahwa pada segmen Sicincin/Kayu Tanam–Padang Panjang akan dibangun dua terowongan dengan total panjang mencapai 5,85 kilometer.

  • Terowongan pertama: sepanjang 5,5 kilometer
  • Terowongan kedua: sepanjang 0,35 kilometer

Menurut Mahyeldi, pembangunan terowongan menjadi solusi paling realistis mengingat karakteristik medan yang curam, berkelok, dan rawan bencana.

“Mengingat karakteristik medan yang cukup kompleks dan perlu terowongan, maka dibutuhkan survei dan analisis yang komprehensif sebagai dasar perencanaan. Saat ini survei topografinya sudah selesai dilaksanakan,” ujar Mahyeldi, dikutip Rabu (4/2/2026).

Skema Kombinasi: At Grade, Jembatan, dan Terowongan

Tak hanya terowongan, pembangunan jalan tol di segmen ini juga menggunakan skema kombinasi konstruksi.

Pada trase Sicincin/Kayu Tanam–Padang Panjang, sistem pembangunannya dirancang sebagai berikut:

  • 4,45 kilometer jalan at grade (di atas permukaan tanah)
  • 10 kilometer jembatan
  • Sisanya berupa terowongan

Sementara itu, pada segmen Bukittinggi–Padang Panjang, konstruksi akan lebih dominan berada di permukaan tanah, yakni:

  • 17 kilometer jalan at grade
  • 2,71 kilometer jembatan

Skema ini dipilih untuk menyesuaikan kondisi geografis masing-masing wilayah, sekaligus menekan risiko teknis dan lingkungan.

Tol Sicincin–Bukittinggi Dibagi Dua Segmen

Sumber: Antara, Instagram @westsumatra_ssc