TIMES BANYUWANGI, BANYUWANGI – Selain dikenal sebagai daerah dengan kekayaan destinasi wisata alam dan budaya, Banyuwangi juga memiliki ragam kuliner khas yang sukses memanjakan lidah para pelancong.
Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Taufik Rohman, menegaskan bahwa daya tarik Bumi Blambangan tidak hanya sebatas pemandangan alam tempat-tempat wisatanya.
“Selain dari daya tarik destinasi wisata, Banyuwangi juga dikenal dengan kuliner yang memanjakan lidah. Ini adalah bagian dari pengalaman budaya yang sulit dilupakan,” ujar Taufik, Sabtu, (3/1/2025).
Pecel Rawon. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia).
Bagi kalian yang sedang atau berencana berkunjung, berikut adalah lima rekomendasi kuliner wajib yang dijamin bakal bikin wisatawan ‘gagal move on’:
1. Sego Tempong: Sensasi “Tamparan” yang Nagih
Primadona pertama adalah Sego Tempong. Dalam bahasa setempat, tempong berarti tampar. Nama ini merujuk pada rasa sambal mentahnya yang sangat pedas namun segar. Disajikan dengan nasi panas, sayur-mayur rebus, tahu, tempe, dan ikan asin, hidangan ini menawarkan sensasi makan yang emosional.
“Setelah makan, Anda merasa seperti ditempong atau ditampar karena pedasnya, tetapi pedas yang membuat nagih,” jelas Taufik.
2. Rujak Soto: Perpaduan Unik nan Harmonis
Pernah membayangkan rujak sayur disiram kuah soto babat atau ayam? Itulah Rujak Soto. Meski terdengar kontras, perpaduan bumbu kacang yang gurih dengan kuah soto yang rempah banget menciptakan cita rasa baru yang sangat nikmat. Ini adalah bukti kreativitas dapur masyarakat Banyuwangi dalam melakukan food mixing.
3. Ayam Kesrut: Segar dalam Kesederhanaan
Bagi pemburu hidangan berkuah, Ayam Kesrut adalah jawabannya. Menggunakan bumbu minimalis namun kuat, menu ini menonjolkan rasa asam pedas yang segar dari belimbing wuluh atau kecombrang. Hidangan ini mencerminkan karakter masyarakat Banyuwangi yang autentik dan bersahaja.
Pecel Pitik makanan khas suku osing Banyuwangi. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia)
4. Pecel Pitik & Pecel Rawon
Banyuwangi juga memiliki Pecel Pitik, yang awalnya merupakan makanan ritual adat Suku Osing. Ayam kampung bakar disuwir dan dicampur dengan bumbu kelapa pedas. Selain itu, ada pula Pecel Rawon, perpaduan unik pecel sayur dengan siraman kuah hitam rawon yang menggugah selera. Keduanya kini sangat mudah ditemukan, baik di warung tenda hingga restoran berbintang.
5. Sego Cawuk: Sarapan Legendaris
Terakhir adalah Sego Cawuk, menu favorit untuk memulai hari. Perpaduan nasi dengan kuah pindang, parutan kelapa muda, dan jagung bakar ini memberikan rasa manis-gurih yang lembut di lidah.
“Untuk mendapatkan kuliner-kuliner tradisional tersebut cukup mudah. Cukup cari di Google Maps, warung-warung legendaris tersebar merata. Semua sudah mudah diakses,” kata Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Taufik Rohman. (*)
| Pewarta | : Syamsul Arifin |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |







