Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Awal 2026, Banyuwangi Diprakirakan Dilanda Cuaca Ekstrem – TIMES Banyuwangi

awal-2026,-banyuwangi-diprakirakan-dilanda-cuaca-ekstrem-–-times-banyuwangi
Awal 2026, Banyuwangi Diprakirakan Dilanda Cuaca Ekstrem – TIMES Banyuwangi

Jumat, 02 Januari 2026 – 14:45

TIMES BANYUWANGI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Juanda, mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan melanda wilayah Banyuwangi dan sekitarnya hingga 10 Januari 2026.

Cuaca ekstrem ini dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es.

“Saat ini seluruh wilayah Jawa Timur sudah berada pada musim hujan dan ada beberapa wilayah yang diprakirakan sudah memasuki puncak musim hujan,” kata Kepala BMKG Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan, dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (2/1/2026).

“Diprakirakan dalam 10 hari ke depan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” sambungnya.

Potensi cuaca ekstrem ini merupakan dampak aktifnya monsun Asia dan diprakirakan adanya gangguan gelombang atmosfer Low Frequency dan MJO (Madden Julian Oscillation) yang akan melintasi wilayah Jawa Timur, suhu muka laut perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang.

BMKG Juanda menghimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama sepekan ke depan.

“Wilayah dengan topografi curam/bergunung/tebing diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang,” pinta Taufiq. (*)

Pewarta : Muhamad Ikromil Aufa
Editor : Ferry Agusta Satrio