Senin, 09 Februari 2026 – 06:34
TIMES BANYUWANGI, JAKARTA – Dominasi Inter Milan di Serie A musim ini kian sulit dibendung. Kemenangan telak 5-0 atas Sassuolo, Minggu waktu setempat, tak sekadar menambah tiga poin, tetapi juga memperlebar jarak Inter di puncak klasemen menjadi delapan angka dari rival terdekat, AC Milan.
Kemenangan ini sekaligus menandai delapan laga tandang beruntun yang disapu bersih Inter di Serie A. Dengan koleksi 58 poin, mereka kian nyaman di puncak klasemen, sementara Milan harus rela tertahan karena laga kontra Como ditunda akibat penggunaan San Siro untuk pembukaan Olimpiade Musim Dingin Milan–Cortina.
Di Stadion MAPEI, Inter tampil efisien sejak awal. Dua gol di babak pertama yang dicetak Yann Bisseck dan Marcus Thuram dan tambahan gol dari tambahan gol dari Lautaro Martínez, Manuel Akanji, dan Luis Henrique. memberi fondasi kuat bagi Nerazzurri untuk mengejar juara Liga Italia.
Pelatih Inter, Cristian Chivu, menilai hasil ini sebagai bukti kematangan timnya. Ia menyebut Inter kini lebih mampu membaca momentum pertandingan, menyerap tekanan lawan, lalu menyerang secara efektif di saat yang tepat.
“Perjalanan musim masih panjang dan Inter belum mencapai titik sempurna, namun fondasi mental dan ambisi kolektif menjadi modal utama untuk tetap kompetitif hingga akhir musim,” ucapnya.
Menurutnya, efektivitas Inter bukan kebetulan, melainkan hasil dari proses yang panjang. Ia menekankan bahwa timnya kini lebih dewasa dalam beradaptasi dengan alur permainan, tanpa kehilangan ketajaman.
“Bersikap klinis dan efisien menunjukkan kedewasaan tim. Kami tahu dari mana kami berasal dan apa yang dibutuhkan untuk sampai di titik ini. Tidak ada ruang untuk rasa takut, yang ada hanya keinginan untuk terus berkembang,” lanjutnya.
Sementara itu, persaingan papan atas juga diwarnai drama. Juventus selamat dari kekalahan setelah Pierre Kalulu mencetak gol penyeimbang di masa injury time untuk memaksakan hasil imbang 2-2 melawan Lazio. Hasil itu menjadi pemanasan jelang duel besar Inter kontra Juventus akhir pekan depan—laga yang berpotensi menguji konsistensi Nerazzurri di jalur juara.
Di pertandingan lain, Parma mencuri kemenangan dramatis di kandang Bologna, Lecce mengakhiri puasa kemenangan delapan laga, sementara Napoli meraih kemenangan tipis meski bermain dengan 10 orang. (*)
| Pewarta | : Rochmat Shobirin |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |






