https://banyuwangihits.id/

BANYUWANGIHITS.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan panen raya di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi, Senin (16/3).
Panen yang melibatkan langsung warga binaan ini mencakup komoditas padi dan berbagai jenis sayuran. Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata optimalisasi lahan SAE sebagai sarana pembinaan produktif sekaligus edukatif bagi warga binaan.
Kegiatan panen turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Jawa Timur, Kadiyono, bersama jajaran Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Korwil Jember. Hadir pula Ketua Umum Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) Daerah Jawa Timur beserta anggota yang memberikan dukungan terhadap program tersebut.
Panen kali ini menjadi keberhasilan kedua dalam budidaya padi di lahan SAE Paswangi. Dari komoditas padi, diperkirakan menghasilkan sekitar 1,5 ton gabah. Sementara itu, panen sayuran berupa buncis dan kacang panjang diproyeksikan mencapai sekitar 5 kuintal.
Program pertanian di SAE Paswangi sendiri merupakan bagian dari upaya pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional, dengan memanfaatkan lahan secara produktif dan berkelanjutan .
Kadiyono memberikan apresiasi atas pengelolaan lahan yang dinilai inovatif karena tidak hanya berfokus pada satu komoditas, melainkan dikembangkan secara beragam.
“Kami sangat mengapresiasi pengembangan di SAE Paswangi yang tidak hanya berfokus pada satu komoditas pertanian. Keberagaman komoditas pertanian maupun perikanan yang saat ini dikembangkan menunjukkan bahwa proses pembinaan berjalan sangat dinamis dan inovatif,” ujar Kadiyono.
Ia juga berharap hasil panen tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal, tetapi dapat disalurkan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial.
“Tentu kepedulian tersebut menjadi penegas bahwa pemasyarakatan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menegaskan bahwa SAE Paswangi dirancang sebagai pusat produktivitas sekaligus sarana edukasi bagi warga binaan.
“Kami merancang SAE Paswangi ini sebagai sekolah lapangan bagi warga binaan. Komoditas yang dikembangkan dilakukan secara bergantian agar mereka mendapatkan bekal pengetahuan pertanian yang luas. Selain membina, ini adalah kontribusi nyata kami terhadap ketahanan pangan,” tegas Wayan.
Ke depan, SAE Paswangi diproyeksikan tidak hanya menjadi tempat asimilasi internal, tetapi juga berkembang sebagai destinasi edukasi bagi masyarakat umum yang ingin belajar tentang kemandirian pangan.
Pengembangan program di lahan tersebut juga akan terus diperluas. Selain sektor pertanian dan perikanan yang telah berjalan, Lapas Banyuwangi berencana menambah sektor peternakan, khususnya budidaya ayam dan bebek, guna melengkapi ekosistem produktivitas yang telah dibangun. (Redaksi)








