Senin, 05 Januari 2026 – 18:08
TIMES BANYUWANGI, SITARO – Sembilan orang meninggal dunia setelah banjir bandang menyapu tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut), Senin (5/1/2026) dini hari WIB.
Tiga kecamatan terdampak adalah Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, dan Siau Barat. Peristiwa itu terjadi menyusul hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam waktu yang cukup lama.
Dalam visual yang diterima oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) material batuan dan lumpur memenuhi jalanan dan meluber hingga ke bangunan warga.
Berdasarkan laporan dari tim di lapangan, seperti dikatakan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D. pada Senin siang ini (5/1/2026) banjir telah surut.
Meskipun demikian, jaringan listrik dan telekomunikasi di wilayah terdampak masih terputus.
Data sementara yang dikumpulkan oleh tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Sitaro, korban meninggal dunia sebanyak sembilan orang, lima orang dalam pencarian, 17 orang lainnya mengalami luka-luka, serta 102 jiwa mengungsi di gedung GMIST Bethbara.
Lima unit rumah dilaporkan hilang karena hanyut disapu banjir bandang itu. Kerugian material lainnya masih dalam pendataan.
Hingga saat ini, tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan masih melakukan evakuasi dan pencarian korban yang dilaporkan hilang.
Kendala yang sedang dihadapi di lapangan saat ini adalah memobilisasi sumber daya karena harus mengikuti penyesuaian jadwal penyeberangan kapal menuju Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. (*)
| Pewarta | : Widodo Irianto |
| Editor | : Ronny Wicaksono |








