ngopibareng.id
Pemkab Banyuwangi menggalakkan pengolahan sampah sirkular. Pemkab juga berkomitmen pengolahan sampah menjadi salah satu prioritas pembangunan. Salah satu tempat pengolahan sampah terbesar adalah Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) di Desa Balak, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. TPS3R Balak ini berkapasitas pengolahan sampah 84 ton sehari.
Di TPS3R, pengolahan sampah dilakukan secara modern dengan penggunaan teknologi. Mulai dari proses pemilahan, pengolahan sampah organik dan non organik hingga pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif refuse derived fuel (RDF).
“Pengelolaan sampah di TPS3R Balak dirancang untuk memastikan sampah rumah tangga dapat ditangani secara efektif, mulai dari sumber hingga pemrosesan akhir,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dwi Handayani, Minggu, 8 Februari 2026.
Pengelolaan sampah, menurutnya, dilakukan menggunakan teknologi untuk meminimalkan residu dan tidak menimbulkan bau. Setiap hari ada petugas sampah keliling kampung untuk mengambil sampah warga. Saat ini TPS Balak melayani warga di 64 desa di 10 kecamatan di Banyuwangi.
“Semua sampah yang datang ke TPS3R akan dipilah dengan mesin konveyor berdasarkan kategori organik dan anorganik. Saat ini ada 120 pekerja di TPS3R Balak yang berasal dari warga sekitar,” kata Yani.
Setelah dipilah, untuk sampah non organik yang berharga seperti botol/gelas plastik, kertas/dupleks akan dipres lalu dikirim ke pabrik daur ulang atau industri pengolahan. Sisa dari sampah non organik seperti bungkus sachet atau plastik yang tidak punya nilai ekonomis akan diolah menjadi RDF atau bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.
“Sudah puluhan ton RDF dari TPS3R Balak dikirim ke Gresik untuk bahan bakar industri semen,” terangnya.
Sedangkan untuk sampah organik, akan diolah menjadi kompos dengan metode window komposting. Sedangkan Lindi atau air yang dihasilkan sampah organik akan diolah menggunakan Ipal (instalasi pengolahan air limbah) agar tidak mencemari lingkungan.
“Semua sampah di TPS3R dikelola tanpa menyisakan residu sampah. Jika ada pun akan dibawa ke TPA tidak menginap di TPS3R,” terang Yani.
Yani menyebut, pemkab berencana membangun lagi TPS3R di wilayah Kelurahan Sobo, Banyuwangi. TPS3R Sobo akan dibangun di area seluas 1,8 hektar dengan kapasitas pengolahan sampah 45 ton/hari.
“Secara kapasitas memang lebih kecil karena hanya mengelola sampah di kecamatan Banyuwangi saja. Meski lahannya lebih luas,” jelas Yani.
Baca Juga
Pemkab juga akan membangun drainase serta memperbaiki infrastruktur pendukung seperti jalan untuk kenyamanan warga.
Salah satu warga Desa Balak, Kikit mengaku mendapat manfaat dengan adanya pengolahan sampah ini. Warga kini bisa terbiasa membuang sampah dengan memilahnya, dari yang sebelumnya sampah dibakar.
“Iurannya terjangkau, Rp10 ribu/bulan. Kalau untuk bau jarang sekali, kalau memang bau kita tinggal bilang ke petugas segera diatasi. Tidak masalah kok, pengolahannya bersih dan rapi,” ujarnya.
Like








