Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Beberapa Bagian Bangkai KMP Tunu Telah Berhasil Diangkat

beberapa-bagian-bangkai-kmp-tunu-telah-berhasil-diangkat
Beberapa Bagian Bangkai KMP Tunu Telah Berhasil Diangkat

ngopibareng.id

Banyuwangi Senin, 02 Februari 2026 13:03 WIB

Proses pengangkatan Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali sudah berjalan lebih dari sepekan. Pengangkatan dilakukan PT. Buto selaku perusahaan yang ditunjuk pihak asuransi. Pengangkatan kapal dilakukan kapal derek (crane ship) Pioner 88. Satu persatu bagian kapal yang telah dipotong sudah berhasil diangkat ke atas kapal Pioner 88.

Perwakilan PT. Buto, Jonathan Chandra, mengatakan, bagian kapal yang sudah diangkat diantaranya bagian lambung kamar mesin, anjungan tempat kendaraan dan kendaraan yang masih ada di bangkai kapal. Untuk kendaraan yang masih ada dikapal, seluruhnya akan diangkat.

“Sudah tiga kendaraan yang berhasil kami angkat, kondisinya sudah hancur,” jelasnya, Senin, 2 Februari 2025.

Seluruh bagian bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang diangkat akan ditempatkan diatas kapal Pioner 88. Pihak PT. Buto memperkirakan kapasitas kapal Pioner 88 bisa menampung seluruh bagian kapal KMP Tunu Pratama Jaya yang diangkat.

Posisi bangkai KMP Tunu Pratama Jaya saat ini cukup aman dari lokasi bentangan kabel listrik bawah laut. Jonathan menyebut, awalnya awalnya posisi bankai KMP Tunu Pratama Jaya cuma 200 meter dari kabel bawah laut. 

“Sekarang sudah geser sekitar 500 meter di selatan kabel bawah laut,” ujarnya. 

Berkaitan dengan pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya ini, pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi Banyuwangi telah menerbitkan Notice to Marine. Notice tersebut dikeluarkan untuk memastikan seluruh proses evakuasi bangkai kapal berjalan lancar.

Notice to Marine  tersebut terbitkan pada 29 Januari 2026. Dalam notice tersebut, KSOP Tanjung Wangi menyampaikan kepada seluruh nakhoda dan perusahaan pelayaran bahwa kegiatan pekerjaan bawah air sedang berlangsung pada titik koordinat 08°09’33,11” Lintang Selatan dan 114°29’52,03” Bujur Timur.

Sehubungan dengan kegiatan tersebut, KSOP menetapkan area terbatas yang tidak boleh dilalui kapal selama pekerjaan berlangsung. Area pembatasan ditentukan berdasarkan sejumlah koordinat yang telah ditetapkan guna menjamin keselamatan pelayaran serta kelancaran pekerjaan di lapangan. 

“Kami menginstruksikan seluruh kapal yang berlayar di sekitar lokasi untuk mengurangi kecepatan, meningkatkan kewaspadaan navigasi, menjaga komunikasi radio pada kanal pengamanan, serta mematuhi arahan petugas patroli dan unsur pengamanan setempat.” ujar Kepala KSOP Kelas III Tanjung Wangi, Capt. Purgana.

Baca Juga

Selama kegiatan berlangsung, area kerja dijaga kapal patroli dan dilengkapi dengan tanda pengamanan sementara berupa bouy atau marker.

Pemberitahuan ini sejak dikeluarkan hingga proses pengangkatan bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya dinyatakan selesai atau sampai diterbitkannya pemberitahuan resmi selanjutnya. 

“Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menjamin keselamatan pelayaran dan keamanan aktivitas maritim di perairan Selat Bali.” tegasnya.

Like