Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Cegah Pegawai Terlibat Judi Online, HP Pegawai Lapas Banyuwangi Diperiksa

cegah-pegawai-terlibat-judi-online,-hp-pegawai-lapas-banyuwangi-diperiksa
Cegah Pegawai Terlibat Judi Online, HP Pegawai Lapas Banyuwangi Diperiksa

ngopibareng.id

Banyuwangi Senin, 05 Januari 2026 12:00 WIB

Upaya pencegahan dan pemberantasan judi online (judol) terus diperkuat di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi. Sebagai langkah konkret, HP seluruh pegawai diperiksa secara mendadak guna memastikan tidak ada petugas yang terlibat dalam praktik judol.

Pengecekan ponsel ini dilakukan Senin, 5 Januari 2026. Pengecekan dilakukan usai apel pagi tanpa ada pemberitahua. Satu per satu telepon genggam pegawai diperiksa secara oleh tim internal.

Sidak ini dipimpin Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa. Kalapas bersama jajaran struktural menyisir riwayat aplikasi, peramban, hingga transaksi keuangan yang ada di ponsel para petugas. Pemeriksaan dilakukan secara detil dan menyeluruh.

Wayan menjelaskan, langkah tegas ini diambil sebagai respons atas fenomena judol yang kian marak di tengah masyarakat. Dia menegaskan, pemberantasan judol merupakan salah satu program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami ingin memastikan bahwa Lapas Banyuwangi bersih dari praktik judi online. Ini bukan sekadar imbauan, tapi tindakan nyata untuk menjaga integritas institusi,” tegasnya.

Baca Juga

Judol, kata dia, membawa dampak yang sangat merusak. Selain merusak tatanan ekonomi pribadi dan keluarga, ketergantungan pada judol diyakini akan memicu penurunan kinerja pegawai secara signifikan.

“Judi online memiliki dampak negatif di berbagai segi kehidupan. Jika ekonomi terganggu akibat judi, maka fokus dalam bekerja pasti akan hilang, dan itu sangat berbahaya bagi keamanan serta layanan di dalam Lapas,” tegasnya.

Wayan memberikan peringatan keras kepada seluruh jajarannya. Ia menegaskan, haram hukumnya pegawai Lapas Banyuwangi maupun anggota keluarganya untuk terlibat dalam aktivitas judol dalam bentuk apa pun.

“Langkah ini diharapkan menjadi pengingat sekaligus benteng bagi seluruh petugas Lapas Banyuwangi agar tetap berdedikasi pada tugas dan menjauhi segala bentuk aktivitas ilegal yang dapat merugikan diri sendiri maupun instansi,” pungkasnya.

Like