ngopibareng.id
Sebanyak 8 desa di Banyuwangi mengajukan pemekaran. Enam diantaranya sudah dalam proses register. Sedangkan dua desa baru saja proses pengajuan. Desa-desa yang mengajukan pemekaran ini tersebar di sejumlah kecamatan.
Asistem pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, M. Yanuarto Bramuda, mengatakan, ada enam desa yang sudah fix untuk dilakukan pemekaran. Saat ini enam desa ini sedang dalam proses register dari pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Kalau register turun, maka desa persiapan ini bisa kita lanjutkan ke tahap berikutnya,” jelasnya, Rabu, 4 Maret 2026.
Enam desa yang sudah proses register adalah:
-
Desa Barurejo Kecamatan Siliragung menjadi Desa Barurejo dan Sumberejo
-
Desa Pesanggaran Kecamatan Pesanggaran menjadi Desa Pesanggaran dan Pesanggaran Wetan
-
Desa Macan Putih Kecamatan Kabat menjadi Desa Macan Putih dan Kopenlaban
-
Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo menjado Desa Temurejo dan Temumulyo
-
Desa Wonosobo, Kecamatan Srono menjadi Desa Wonosobo dan Wonosobo Kulon.
-
Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo menjadi Desa Grajagan dan Grajagan pantai.
Selain itu, ada 2 desa lagi yang mengajukan untuk tahap persiapan dan saat ini sedang diproses. Dua desa tersebut yakni adalah:
1. Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro menjadi Desa Ketapang dan Meneng.
2. Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari menjadi Desa Watukebo dan Desa Glondong.
Pria yang akrab dipanggil Bramuda ini berharap proses pemekaran bisa selesai secepatnya. Sebab masyarakat sudah menunggu hasilnya. Untuk mempercepat proses pemekaran ini, pihaknya melakukan upaya jemput bola untuk menyelesaikan proses pemekaran.
“Kemarin sudah saya perintahkan staf untuk jemput bola ke provinsi, menanyakan apa kurang berkas atau kurang apa, supaya kita bisa cepat untuk melakukan itu,” terangnya.
Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk melakukan pemekaran Desa. Diantaranya, desa yang bersangkutan harus melakukan berbagai persiapan, seperti perangkat BPD-nya, ada pejabatnya. Selain itu infrastrukturnya juga harus ada.
“Minimal kantor ya, kantor yang nanti akan ditempatkan sebagai desa persiapan itu sendiri. Luas wilayah, jumlah penduduk juga menjadi ukuran,” katanya.
Keenam desa yang saat ini sudah dalam proses register sudah memenuhi persyaratan yang ditentukan. Utamanya syarat luas wilayah, jumlah penduduk, dan beban. Dengan pemekaran, beban yang ditanggung desa diharapkan lebih ringan karena potensi desa tersebut memang kuat.
“Potensi kuat itu diantaranya tanah bengkok, macam-macam ini kan potensi juga, sehingga ini juga mendorong masyarakat untuk berbenah,” terangnya.
Persyaratan lain yang telah terpenuhi adalah berkaitan dengan peluang. Diharapkan desa baru yang terbentuk akan jauh lebih cepat berkembang jika desa itu dilayani oleh satu pemerintahan.
Dia menyebut, pengajuan pemekaran ini dilakukan masyarakat desa melalui musyawarah desa (musdes), kemudian dilakukan pembahasan di BPD, lalu BPD mengajukan ke pemerintah kabupaten.
Disetujui atau tidaknya pemekaran desa ini tergantung dari pertimbangan tim yang dibentuk untuk mengkaji pemekaran. Tim ini, menurutnya, akan turun langsung ke calon desa persiapan untuk melihat kesiapannya.
Jika disetujui, maka desa yang baru akan menjadi desa persiapan. Tidak serta-merta langsung menjadi desa Induk. Tim juga akan melihat sejauh mana persiapan untuk benar-benar menjadi desa baru.
“Apakah setahun siap? bisa saja setahun atau dua tahun. Atau kalau nggak siap sama lain bisa saja kembali lagi, karena namanya desa persiapan belum tentu desanya ini siap kita pecah,” tegasnya.
Baca Juga
Setelah proses register sebagai desa persiapan, menurut Bramuda, Pemkab akan mengusulkan desa tersebut kepada Pemeritah pusat untuk mendapatkan anggaran. Jika disetujui, bisa jadi desa tersebut akan langsung mendapatkan anggaran.
“Pemerintah daerah juga nanti akan mendorong untuk itu,” katanya.
Dia menyebut, sebelum mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat, maka desa persiapan ini masih menjadi kewenangan desa induknya. Termasuk dari sisi pembiayaan untuk pelaksanaan pemerintahan desa persiapan.
“Maka ada beban desa induk yang harus menyiapkan betul sampai desa persiapan betul-betul dipecah,” ujarnya.








