detik.com
Fenomena mudik lebih awal mulai terlihat di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kondisi ini dipicu oleh perayaan Idul Fitri yang waktunya berdekatan dengan Hari Raya Nyepi di Pulau Bali.
Delapan hari menjelang Nyepi, mobilitas masyarakat yang menyeberang melalui Pelabuhan Ketapang tercatat meningkat sekitar 5%. Meski demikian, kondisi arus lalu lintas di pelabuhan masih terpantau normal.
General Manager (GM) ASDP Ketapang-Gilimanuk Arief Eko Kurnianjah mengatakan, peningkatan mobilitas tersebut diperkirakan akan terus terjadi karena masyarakat memilih mudik lebih awal sebelum penutupan operasional penyeberangan saat Nyepi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Diprediksi akan mengalami peningkatan lebih awal karena ada Nyepi dan kita tutup pada tanggal 18,19 dan 20 khan jadi ada aktivitas mudik lebih awal,” kata Arief, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, puncak arus mudik lebih awal diperkirakan terjadi pada 14 hingga 16 Maret, baik bagi masyarakat yang menyeberang dari Pulau Jawa menuju Bali maupun sebaliknya.
“Puncaknya nanti, sekitar tanggal 14 sampai 16 Maret sekitar 7 hari jelang Idul Fitri,” jelasnya lebih lanjut.
Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang, PT ASDP Indonesia Ferry telah menyiapkan 28 kapal yang akan beroperasi secara reguler. Dari jumlah tersebut, sekitar 6 hingga 8 kapal berkapasitas besar dijadwalkan beroperasi setiap hari.
“Kalau seperti yang kami sampaikan ini pada H-7 kapal-kapal besar yang jumlahnya antara 6 hingga 8 itu akan mulai dioperasikan secara reguler yang sudah diatur jadi bukan kondisional lagi,” tegasnya.
Selain menyiapkan armada kapal, ASDP juga menyediakan sejumlah buffer zone untuk menampung kendaraan besar maupun sedang. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan agar tidak menimbulkan kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang.
(erm/hil)








