Ingin Tampil Maksimal, Penari Gandrung Berlatih 6 Jam Tiap Hari

  • Bagikan
Foto: Radarbanyuwangi

BANYUWANGI – Festival Gandrung Sewu tinggal menghitung hari. Satu di antara tiga event ala Pemkab Banyuwangi yang masuk Best 10 Calendar of Event Wonderful Indonesia itu bakal digeber di Pantai Marina Boom, Sabtu (12/10/2019).

Dilansir dari Radarbanyuwangi, seribu lebih calon performer intens berlatih sejak sekitar sebulan terakhir.

Setelah melakoni latihan di tingkat kecamatan, para penari asal seantero Bumi Blambangan itu menjalani latihan bersama yang dipusatkan di Stadion Diponegoro, Banyuwangi.

Dan latihan tidak berlangsung selama 1 atau 2 jam saja. Setiap kali latihan bersama di tingkat kabupaten digeber, mereka bisa melahap waktu hingga 6 jam.

Lelah? Iya. Peluh pun membasahi wajah-wajah para penari yang notabene merupakan pelajar tersebut.

Namun, rasa senang dan bangga juga tersemat di hati sehingga mereka terus semangat berlatih. Setidaknya itu terbukti saat mereka berlatih di Stadion Diponegoro pada Selasa (8/10/2019) sore.

Ketut Dian, salah satu penari asal Dusun Glondong, Desa Watukebo, mengatakan ini adalah kesempatan pertama bagi dirinya tampil di perhelatan Festival Gandrung Sewu.

Perempuan berusia 13 tahun itu menyatakan bakal berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya. Karena itu, dirinya berusaha mengikuti latihan dengan sebaik-baiknya.

Dian mengatakan, saat hendak berlatih di Banyuwangi, dia bersama rekan-rekannya sesama peserta asal Kecamatan Rogojampi berkumpul di kantor kecamatan pukul 13.00.

Mereka kemudian berangkat bersama menuju Kota Banyuwangi menunggang mobil. Selanjutnya, latihan digelar mulai pukul 15.00 sampai pukul 21.00.

“Biasanya saya baru sampai rumah lagi pukul 22.00,” ujar Dian.

Proses latihan yang digelar selama berjam-jam itu, lanjut Dian, cukup melelahkan. Namun demikian, dia tetap merasa senang.

“Juga bangga bisa ikut Gandrung Sewu,” ujarnya.

Hal senada juga dilontarkan Mutiara. Siswa kelas 9 SMPN 2 Rogojampi ini mengaku sudah tiga sampai empat kali ini menjadi penari dalam perhelatan Festival Gandrung Sewu.

“Saya senang dan bangga bisa melestarikan kebudayaan Banyuwangi,” kata Mutiara.

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas menyampaikan apresiasi kepada para penari gandrung tersebut.

“Saya bangga dengan anak-anak hebat ini,” kata Bupati Anas.

“Ini menjadi diplomasi budaya Banyuwangi. Anak-anak sudah diundang ke berbagai negara berkat gandrung,” tambahnya.

Perhelatan Festival Gandrung Sewu, lanjut Bupati Anas, menggelorakan rasa bangga anak-anak Banyuwangi terhadap kebudayaannya. Buktinya, tiga ribu lebih siswa mendaftar untuk bisa tampil event tersebut.

“Mereka berebut untuk ikut Gandrung Sewu. Namun yang diterima sekitar 1.400 anak,” pungkas Bupati Anas.

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: