Ormas Islam Tolak Gelaran Festival Gandrung Sewu 2018

  • Bagikan

BANYUWANGI – Rencana digelarnya kegiatan Festival Gandrung Sewu 2018 mendapat penolakan dari Ormas Islam di Banyuwangi. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Front Pembela Islam (FPI) Banyuwangi mengeluarkan surat pernyataan sikap yang tertuang dalam surat No. 0003/SK/DPW-FPI Banyuwangi/II/1440 Tertanggal 11 Oktober 2018.

Ketua DPW FPI Banyuwangi H Agus Iskandar membenarkan adanya pernyataan sikap tersebut.

“Benar, Itu pernyataan sikap kami. Maksudnya adalah kami mengingatkan agar kita tidak diazab oleh Allah karena mengumbar kemaksiatan seperti itu. Kejadian bencana di Palu harus menjadi cermin bagi kita warga Banyuwangi,” ungkap Agus, Kamis (18/10/2018).

Dalam konteks ini, kata Agus, pihaknya hanya ingin mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat terkait dengan kemaksiatan.

“Kami hanya mengingatkan. Soal mau diterima atau tidak, ya terserah. Menurut saya, bupati sebagai pemegang kebijakan, kan bisa mencari yang lain yang lebih santun untuk memajukan Banyuwangi,” tandasnya.

Kegiatan Festival Gandrung Sewu sedianya digelar di Pantai Boom Banyuwangi, Sabtu (20/10/2018). Kegiatan ini sudah digelar 7 kali di tempat yang sama. Sebanyak 1300 penari akan menarikan Gandrung, tarian khas Banyuwangi.

Baca :
Misteri Tiket Tahun 1965, Benarkah Seorang Wanita Turun dari Bus Hantu Banyuwangi-Surabaya?
  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: