Banyuwangi, Jurnalnews.com – Rencana penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, mendapat tanggapan dari para pedagang kaki lima (PKL) yang beraktivitas di kawasan tersebut. Penataan dilakukan menyusul kondisi RTH yang dinilai mulai terlihat kumuh dan semrawut, sehingga Camat Wongsorejo berencana melakukan penertiban lapak-lapak PKL.
Ketua Paguyuban PKL RTH Bajulmati, Reny Anang, menyatakan pada dasarnya para pedagang mendukung langkah yang akan dilakukan pemerintah kecamatan. Namun ia berharap kebijakan penataan tersebut juga berdampak positif bagi para pedagang.
“Pada dasarnya kami mendukung dan oke-oke saja. Namun kami berharap dengan kebijakan yang diambil Pak Camat nantinya pendapatan PKL bisa lebih meningkat,” ujar Anang kepada Jurnalnews, Rabu malam (11/3/2026).
Anang mengakui, selama ini masih terdapat kendala dalam kekompakan anggota paguyuban, khususnya terkait penataan lapak dan menjaga kebersihan di area RTH. Meski demikian, menurutnya para pedagang telah berupaya menjaga kebersihan dengan menyediakan petugas kebersihan dari iuran anggota.
“Bukan kami tidak menjaga kebersihan. Di sini sudah ada petugas kebersihan yang digaji dari uang iuran anggota. Dulu juga sering diadakan kerja bakti, namun memang tidak semua ikut. Yang aktif hanya sebagian saja, bahkan terkadang saya harus membayar orang untuk membantu membersihkan,” keluhnya.
Ia menambahkan, para pedagang pada prinsipnya siap mengikuti kebijakan pemerintah terkait penertiban kawasan RTH Bajulmati. Namun ia berharap sebelum kebijakan tersebut diterapkan, para PKL bisa diajak berdialog untuk menyampaikan aspirasi dan masukan.
“Kami pasrah saja dengan rencana penertiban untuk mendukung Banyuwangi ASRI, tetapi sebelumnya kami berharap para PKL diajak bicara terlebih dahulu agar bisa menyampaikan masukan,” imbuh Anang.
Selain itu, pihak paguyuban juga berharap adanya perhatian dari dinas terkait untuk membantu penyediaan fasilitas kebersihan di kawasan RTH, seperti tempat sampah, alat kebersihan, tandon air, serta bantuan bibit bunga untuk memperindah area tersebut.
Sementara itu, salah satu pengunjung RTH Bajulmati asal Dusun Krajan Wongsorejo, Safiuden (26), turut memberikan tanggapan. Ia mengaku hampir setiap malam datang ke lokasi tersebut bersama keluarga untuk bersantai.
“Saya hampir tiap malam ke sini bersama keluarga untuk refreshing. Tempat ini ramai dan menjadi hiburan bagi warga,” ujarnya.
Namun ia juga menilai penataan perlu dilakukan agar kawasan tersebut lebih tertib dan tetap mencerminkan fungsi ruang terbuka hijau.
“Warung-warung di depan perlu ditata supaya tidak saling menutupi dan tetap terlihat seperti RTH. Saya mendukung rencana kebijakan Camat Wongsorejo untuk menertibkan lokasi ini,” katanya.
Sebelumnya, Camat Wongsorejo berencana melakukan pembongkaran terhadap lapak PKL yang tidak terpakai serta menertibkan kawasan RTH Bajulmati. Langkah tersebut dilakukan setelah adanya instruksi langsung dari Bupati Banyuwangi untuk menata kawasan tersebut, mengingat Desa Bajulmati merupakan pintu gerbang masuk Kabupaten Banyuwangi dari sisi utara.
(Venus Hadi)








