ngopibareng.id
Sampah terlihat menumpuk di tempat pembuangan sampah sementara (TPSS) di Jl. Gatot Subroto, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Minggu, 8 Maret 2026. Bahkan sampah tersebut meluber hingga ke tepi jalan. Padahal TPSS tersebut berada di tepi jalur poros yang menghubungkan Banyuwangi-Situbondo.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Ruliyono. Politisi Golkar ini melihat langsung tumpukan sampah itu saat melintas di jalan tersebut.
“Saya kebetulan lewat karena ada keperluan ke luar kota. Saat melihat tumpukan sampah di pinggir jalan seperti itu, tentu merasa risih,” jelasnya, Minggu, 8 Februari 2026.
Melihat tumpukan sampah tersebut, Ruliyono bahkan berhenti untuk melihat kondisi di lokasi. Tumpukan sampah itu tampak berserakan di depan area TPSS hingga mendekati badan jalan.
“Saya rasa kondisi ini memalukan, karena lokasinya dekat Pelabuhan Ketapang yang menjadi salah satu ikon Banyuwangi. Banyak orang dari luar daerah, maupun Bali melewati jalan ini,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Banyuwangi ini mempertanyakan kenapa sampah tersebut belum diangkut. Menurutnya, persoalan kebersihan di kawasan itu perlu mendapat perhatian serius karena berada di jalur strategis.
“Jalur tersebut merupakan akses yang setiap hari dilalui masyarakat maupun wisatawan. Saya minta DLH, agar penanganan sampah di titik-titik seperti ini lebih diperhatikan dan pengangkutannya bisa dilakukan lebih cepat,” tegasnya.
Baca Juga
Tumpukan sampah di pinggir jalan seperti itu, menurutnya, menimbulkan kesan kurang baik bagi wajah daerah. Terutama bagi orang yang baru datang ke Banyuwangi.
Karena itu, Ruliyono mendorong agar penanganan kebersihan terus diperkuat. Apalagi Banyuwangi sudah meluncurkan program akselerasi program ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
“Implementasinya harus terus diperkuat di lapangan. Jangan sampai ada titik-titik yang justru terlihat kumuh. Saya minta kedepan tidak ada lagi sampah yang menumpuk dan meluber ke pinggir jalan,” ujarnya.
Like








