Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Warga Binaan Lapas Banyuwani Rampungkan Penulisan Al-Qur’an Raksasa, Jadi Sarana Utama Tadarus

warga-binaan-lapas-banyuwani-rampungkan-penulisan-al-qur’an-raksasa,-jadi-sarana-utama-tadarus
Warga Binaan Lapas Banyuwani Rampungkan Penulisan Al-Qur’an Raksasa, Jadi Sarana Utama Tadarus

ngopibareng.id

Banyuwangi Jumat, 06 Maret 2026 16:15 WIB

Warga Binaan Lapas Kelas IIA Banyuwangi telah merampungkan penulisan Al-Qur’an raksasa berukuran satu meter. Al-Qur’an raksasa itu kini menjadi sarana utama tadarus bersama selama bulan suci Ramadan di dalam Lapas. Penulisan Al-Qur’an raksasa ini bagian dari program pembinaan berbasis pondok pesantren khususnya di bidang seni kaligrafi, di Lapas Banyuwangi. 

Al-Qur’an raksasa ini ditulis oleh tiga warga binaan. Awalnya mereka sama sekali tidak memiliki dasar ilmu menulis Al-Qur’an maupun kaligrafi. Kemampuan tersebut mereka dapatkan melalui bimbingan intensif hasil kerja sama Lapas dengan pengrajin kaligrafi profesional.

Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menjelaskan, proses pengerjaan Al-Qur’an raksasa ini memakan waktu kurang lebih 10 bulan. Penulisan dimulai sejak momentum Ramadan tahun lalu. Pengerjaannya dilakukan dengan penuh ketelitian.

“Al-Qur’an ini adalah bukti keberhasilan pembinaan berbasis pondok pesantren kami. Meskipun para penulisnya berangkat dari nol tanpa keahlian kaligrafi, berkat ketekunan dan bimbingan pengrajin yang kami hadirkan, mereka mampu melahirkan mahakarya yang luar biasa ini,” jelasnya, Jumat, 6 Maret 2026.

Wayan menambahkan, akurasi ayat menjadi prioritas mutlak. Sebelum digunakan secara resmi, naskah Al-Qur’an tersebut telah melalui proses tashih atau pemeriksaan mendalam oleh Pondok Pesantren Nur Cahaya Tarbiyatul Qur’an untuk  memastikan setiap huruf dan harakatnya benar. 

“Setelah melalui proses tashih dan pemeriksaan ulang, dilakukan pembetulan pada bagian-bagian tertentu hingga akhirnya dijilid kembali untuk kedua kalinya guna memastikan kualitas fisik dan kerapiannya. Kami berharap karya ini membawa manfaat, berkah, serta memotivasi warga binaan lain untuk terus berkarya,” terangnya.

Baca Juga

Salah satu dari tiga penulis utama Al-Qur’an raksasa, Moch Chanafi, mengatakan, perjalanan selama 10 bulan menulis kalam illahi ini menjadi sarana refleksi dan pendewasaan spiritual yang sangat berharga.

“Saya sangat bangga bisa menyelesaikan Al-Qur’an raksasa ini, apalagi saya memulainya dari tidak bisa sama sekali. Selama menulis, saya belajar banyak hal untuk bekal kembali ke masyarakat nanti. Saya menjadi lebih sabar dan lebih meresapi nilai-nilai luhur dari setiap ayat yang saya goreskan,” ujarnya.

Like