Rabu, 07 Januari 2026 – 16:22
TIMES BANYUWANGI, BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi kembali membuktikan diri sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan. Selama libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, ratusan ribu pelancong memadati berbagai destinasi wisata di kabupaten ujung timur Pulau Jawa tersebut.
Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, jumlah kunjungan wisatawan selama periode libur Nataru tercatat mencapai 290.776 orang.
Angka tersebut, menunjukkan tren positif jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan kenaikan sekitar 50 ribu kunjungan.
Destinasi wisata Pantai Pulau Merah Banyuwangi. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)
Pelaksana Tugas (Plt) Disbudpar Banyuwangi, Taufik Rohman, menilai capaian tersebut sebagai hasil yang menggembirakan di tengah dinamika pariwisata nasional.
“Capaian ini tergolong bagus. Karena kita melihat, di daerah-daerah tujuan wisata lain, terjadi penurunan kunjungan selama Nataru,” kata Taufik, Rabu (7/1/2026).
Selama libur panjang tersebut, destinasi wisata alam masih menjadi primadona utama. Sejumlah objek wisata mencatatkan kunjungan tinggi, di antaranya Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Pantai Marina Boom, Hutan de Djawatan, Pantai Pulau Merah, Bangsring Under Water, hingga pemandian Jopuro.
Menurut Taufik, dominasi wisaata alam memang tak terleppas dari karakter Bumi Blambangan yang kaya akan bentang alam.
“Wisata alam memang akan selalu mendominasi karena destinasi di Banyuwangi mayoritas adalah destinasi alam. Sekitar 95 persen dari seluruh destinasi yang ada,” ujarnya.
Tak hanya destinasi populer, sejumlah wisata rintisan juga mulai dilirik wisatawan. Salah satunya adalah ekowisata Gerbang Raung di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.
Pengunjung memadati Pantai Boom Marina Banyuwangi. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)
Pada beberapa momen selama Nataru, destinasi tersebut dipadati wisatawan yang ingin merasakan sensasi berlibur di tengah alam.
Lebih lanjut, Taufik menjelaskan bahwa tingginya angka kunjungan wisatawan memberikan dampak besar terhadap berbagai sektor, terutama yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan pariwisata.
Sektor perhotelan dan homestay, pelaku UMKM, jasa persewaan kendaraan, hingga usaha pendukung lainnya turut merasakan manfaat dari ramainya wisatawan selama libur Nataru.
Capaian ini sekaligus menegaskan posisi Banyuwangi sebagai destinasi wisata yang terus berkembang dan tetap diminati, baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. (*)
| Pewarta | : Muhamad Ikromil Aufa |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |






