Banyuwangi, Jurnalnews.com – Rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di pesisir Pantai Bimorejo, Desa Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, mulai dimatangkan. Sejumlah elemen masyarakat berkumpul di TPI pribadi Jagat Satria, Selasa (24/2/2026), untuk mendiskusikan konsep pengembangan kawasan pesisir tersebut.
Hadir dalam pertemuan itu unsur Forpimka Wongsorejo, perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan Banyuwangi, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan, para RT/RW, Kadus setempat, serta Kepala Desa Bimorejo.
Sebelumnya, kawasan pesisir timur Pantai Bimorejo telah dirapikan dan ditanami cemara usai kegiatan petik laut beberapa waktu lalu. Upaya penataan itu menjadi bagian awal dari wacana besar menjadikan kawasan tersebut sebagai Kampung Nelayan Merah Putih.
Namun, diskusi sempat berlangsung hangat. Sejumlah perwakilan kelompok masyarakat mengaku belum mengetahui secara utuh rencana tersebut. Bahkan ada yang menyayangkan tidak dilibatkannya seluruh unsur warga sejak awal pembahasan.
Kepala Desa Bimorejo, Maksum, mengaku belum memahami secara detail konsep yang digagas kelompok warga pesisir. Meski demikian, ia menyatakan dukungannya selama program tersebut benar-benar untuk kemajuan warga.
“Terus terang, saya sendiri belum paham betul rencananya seperti apa. Namun saya mendukung jika itu untuk kemajuan warga pesisir dan Desa Bimorejo. Saya berharap semua kelompok di sini kompak dan rukun,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Wongsorejo, Mohammad Mahfud, tampil menenangkan suasana sekaligus memberi arah. Ia menekankan pentingnya persatuan dalam mengelola potensi besar yang dimiliki Desa Bimorejo.
“Kita wajib bersyukur karena Bimorejo dianugerahi potensi pantai yang bisa dikelola sebagai aset wisata dan penggerak ekonomi warga. Tapi semua itu harus dikerjakan bersama-sama, kompak dan rukun. Jangan sampai ada perselisihan antar kelompok,” tegas Mahfud.
Mahfud juga meminta agar pihak terkait melakukan sosialisasi lebih matang dan terbuka kepada seluruh warga pesisir. Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi kunci agar tidak terjadi kesalahpahaman atas niat baik pembangunan tersebut.
“Kalau nanti lokasi ini sudah bagus, orang akan semakin banyak datang. Warga yang ingin berjualan juga pasti bertambah. Tapi harus didata dulu UMKM yang sudah ada, jangan sampai justru orang luar yang lebih menikmati,” imbuhnya.
Langkah konkret juga mulai dilakukan. Dalam pertemuan itu, Dinas Perikanan membagikan selebaran peta hasil foto udara kawasan pesisir kepada warga. Peta tersebut diminta untuk dipelajari dan diberi masukan sebagai bahan pembahasan lanjutan.
Rencananya, pertemuan berikutnya akan kembali digelar untuk mematangkan konsep Kampung Nelayan Merah Putih yang diinisiasi KUB nelayan, agar benar-benar menjadi program bersama yang mendapat dukungan seluruh elemen masyarakat.
Dengan sikap terbuka dan kepemimpinan yang mengedepankan musyawarah, Camat Wongsorejo berharap rencana besar ini tak hanya menjadi wacana, tetapi mampu terwujud sebagai simbol kebangkitan ekonomi nelayan Bimorejo. (Venus Hadi)








