Desak Beli Damkar Baru

0
418
KURANG AIR: Petugas pemadam harus bekerja keras menjinakkan api di toko Sahabat di Jalan Satsuit Tubun Sabtu lalu.

Minta Hydrant dan Tata Ulang Kota


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Kebakaran Toko Sahabat yang ada di pusat Kota Banyuwangi, ternyata mengundang perhatian serius dari kalangan legislatif. Mereka mengecam lambatnya mobil pemadam kebakaran, hingga toko yang ada di Jalan Satsuit Tubun Banyuwangi itu ludes terbakar Sabtu lalu (24/3).

Pada wartawan koran ini, Ketua Panitia Khusus (Pansus) rancangan peraturan daerah (raperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Gunawan, berjanji akan memelototi materi yang diajukan oleh eksekutif. “Kebakaran toko Sahabat itu bentuk kecolongan dalam penataan kota,” kata politisi Partai Demokrat tersebut kemarin (25/3).

Menurut Gunawan, peristiwa kebakaran di toko Sahabat di ujung barat kawasan Pasar Banyuwangi itu harus diambil hikmahnya. Salah satunya, pemerintah harus memperhatikan sejumlah fasilitas yang perlu ada di pusat kota seperti samara hydrant.

Salah satu penyebab meluasnya api, sebenarnya karena tidak ada hydrant air. “Di pusat kota bukan hanya perlu RTH, tapi juga harus ada hydrant,” katanya. Sementara itu, hydrant penyuplai air untuk kebakaran sebenarnya masih ada di sekitar lokasi kebakaran. Namun fasilitas hydrant tersebut terpendam pulau jalan di depan Masjid Agung Baiturrahman (MAB). Setelah dibongkar, ternyata hydrant tersebut tidak berfungsi. Akhirnya, mobil pemadam kebakaran (damkar) harus mengambil air dari aliran sungai Kalilo yang berada tak jauh dari lokasi kebakaran.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2