Bosowa Setor IMB Rp 545 Juta

0
383
RAPAT: Beberapa anggota legislatif menyimak pembacaan laporan pertanggungjawaban bupati tahun 2011 di ruang paripurna DPRD Banyuwangi kemarin.
RAPAT: Beberapa anggota legislatif menyimak pembacaan laporan pertanggungjawaban bupati tahun 2011 di ruang paripurna DPRD Banyuwangi kemarin.

BANYUWANGI  – Pembangunan pabrik PT. Semen Bosowa Banyuwangi memberikan sumbangan cukup besar pada penerimaan asli daerah (PAD). Retribusi izin mendirikan bangunan (IMB) saja, perusahaan semen yang berpusat di Makassar itu menyetor dana awal Rp 545 juta.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Pembayaran retribusi IMB itu dilakukan bersamaan dengan peresmian groundbreaking Senin lalu (7/5). Sebelum  groundbreaking dilakukan, manajemen PT. Semen Bosowa menyetor dana retribusi IMB ke kas daerah melalui Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPPT Banyuwangi, Abdul Kadir menjelaskan, pembangunan pabrik semen Bosowa itu membutuhkan sekitar delapan IMB. Dari delapan IMB, enam lembar IMB sudah diterbitkan. Dua IMB lagi masih dalam proses di BPPT. “Retribusi sebesar Rp 545 juta itu untuk pembayaran enam IMB yang sudah terbit itu,” ungkap Kadir.

Loading...

Kadir menambahkan, pendirian pabrik Bosowa di Banyuwangi memiliki potensi
cukup besar dalam mendongkrak penerimaan PAD. Selain bersumber dari retribusi, pabrik Bosowa juga akan memberikan kontribusi cukup besar terhadap penerimaan pajak daerah. Tumbuhnya investasi sangat berdampak pada peningkatan PAD. Pada triwulan pertama tahun anggaran 2012, penerimaan PAD dari kantor BPPT sudah melampaui 125 persen.

Meroketnya penerimaan PAD itu tidak lepas dari pertumbuhan ekonomi Banyuwangi yang terus membaik. Data terakhir, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi berada pada angka 7,22 persen. Pertumbuhan ekonomi itu, lanjut Kadir, juga tidak lepas dari meroketnya indeks pembangunan manusia (IPM) yang naik drastis menjadi 72,8 persen.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2