The Latest Collection of News About Banyuwangi
English VersionIndonesian

Regent Submits 26 Health Operational Vehicles in the Form of Trail Motorbikes and Ambulances: Special 13 Limited Access Health Center in Banyuwangi

bupati-serahkan-26-kendaraan-operasional-kesehatan-berupa-motor-trail-dan-ambulan:-khusus-13-puskesmas-dengan-akses-terbatas-di-banyuwangi
Regent Submits 26 Health Operational Vehicles in the Form of Trail Motorbikes and Ambulances: Special 13 Limited Access Health Center in Banyuwangi
Register your email to Subscribe to news delivered directly to your mailbox

Radarbanyuwangi.id – Regent of Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, menambah kendaraan operasional untuk tenaga kesehatan di wilayah-wilayah terluar dan sulit dijangkau, Tuesday (25/6). Sumbangan itu demi meningkatkan akses dan layanan kesehatan bagi masyarakat di daerahnya.

Exist 13 Puskesmas di Banyuwangi yang memiliki akses terbatas, mendapat tambahan 26 kendaraan operasional, termasuk motor dan dua ambulan.

Puskesmas Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran yang penduduknya banyak tinggal di wilayah hutan dan perkebunan, menerima dua motor operasional.

“Kendaraan operasional ini untuk memudahkan tenaga kesehatan dalam menjalankan tugasnya di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau," said Regent Ipuk Fiestiandani.

According to Ipuk, jenis kendaraan yang diberikan ini disesuaikan dengan kondisi geografis wilayah kerja Puskesmas. Seperti Puskesmas Sumberagung, menerima satu motor trail dan satu motor kesehatan yang telah dimodifikasi.

“Jenis kendaraan operasional disesuaikan wilayahnya,” jelas Ipuk saat penyerahan kendaraan di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

Wilayah kerja Puskesmas Sumberagung, mencakup perkebunan dan hutan dengan kondisi jalan berbatu. Beberapa wilayah, continued Ipuk, seperti Dusun Sukamade, Cage, dan Sumberdadi di Desa Sarongan termasuk daerah yang sulit dijangkau.

“Di wilayah kerja Puskesmas Sumberagung banyak masyarakat yang tinggal di daerah perkebunan dan hutan,” tambah Ipuk.

Dengan tambahan kendaraan operasional ini, Bupati Ipuk berharap dapat memperlancar dan menambah semangat kerja tenaga kesehatan. Berbagai program, terus digalakkan untuk meningkatkan akses kesehatan di wilayah terluar.

“Semoga kendaraan ini bisa mempelancar dan menambah semangat kerja para tenaga kesehatan,he said.

Kepala Puskesmas Sumberagung, dr Yulius Roni Satrio mengaku senang dengan mendapat tambahan kendaraan operasional ini.

So far, mereka menggunakan ambulans milik Puskesmas untuk operasional. “Satu mobil berisikan tenaga medis, nutritionists, midwife, dan promkes," he said.

Dengan tambahan kendaraan ini, kata Roni, frekuensi layanan kesehatan jemput bola bisa ditingkatkan. Previously, petugas kesehatan hanya bisa datang per 10 day, kini bisa datang setiap pekan. “Dengan tambahan kendaraan operasional ini bisa menambah frekuensi layanan jemput bola warga,He said.

Roni menegaskan, kendaraan baru ini sangat membantu dalam memberikan layanan kesehatan ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.

Dengan frekuensi layanan yang meningkat, diharapkan masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan layanan kesehatan. “Kini kami bisa tiap pekan mendatangkan layanan ke wilayah yang sulit dijangkau,"he said.(rei/abi)


Page 2

Regent Submits 26 Health Operational Vehicles in the Form of Trail Motorbikes and Ambulances: Special 13 Limited Access Health Center in Banyuwangi

Wednesday, 26 June 2024 | 00:30 WIB


Page 3

Radarbanyuwangi.id – Regent of Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, menambah kendaraan operasional untuk tenaga kesehatan di wilayah-wilayah terluar dan sulit dijangkau, Tuesday (25/6). Sumbangan itu demi meningkatkan akses dan layanan kesehatan bagi masyarakat di daerahnya.

Exist 13 Puskesmas di Banyuwangi yang memiliki akses terbatas, mendapat tambahan 26 kendaraan operasional, termasuk motor dan dua ambulan.

Puskesmas Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran yang penduduknya banyak tinggal di wilayah hutan dan perkebunan, menerima dua motor operasional.

“Kendaraan operasional ini untuk memudahkan tenaga kesehatan dalam menjalankan tugasnya di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau," said Regent Ipuk Fiestiandani.

According to Ipuk, jenis kendaraan yang diberikan ini disesuaikan dengan kondisi geografis wilayah kerja Puskesmas. Seperti Puskesmas Sumberagung, menerima satu motor trail dan satu motor kesehatan yang telah dimodifikasi.

“Jenis kendaraan operasional disesuaikan wilayahnya,” jelas Ipuk saat penyerahan kendaraan di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

Wilayah kerja Puskesmas Sumberagung, mencakup perkebunan dan hutan dengan kondisi jalan berbatu. Beberapa wilayah, continued Ipuk, seperti Dusun Sukamade, Cage, dan Sumberdadi di Desa Sarongan termasuk daerah yang sulit dijangkau.

“Di wilayah kerja Puskesmas Sumberagung banyak masyarakat yang tinggal di daerah perkebunan dan hutan,” tambah Ipuk.

Dengan tambahan kendaraan operasional ini, Bupati Ipuk berharap dapat memperlancar dan menambah semangat kerja tenaga kesehatan. Berbagai program, terus digalakkan untuk meningkatkan akses kesehatan di wilayah terluar.

“Semoga kendaraan ini bisa mempelancar dan menambah semangat kerja para tenaga kesehatan,he said.

Kepala Puskesmas Sumberagung, dr Yulius Roni Satrio mengaku senang dengan mendapat tambahan kendaraan operasional ini.

So far, mereka menggunakan ambulans milik Puskesmas untuk operasional. “Satu mobil berisikan tenaga medis, nutritionists, midwife, dan promkes," he said.

Dengan tambahan kendaraan ini, kata Roni, frekuensi layanan kesehatan jemput bola bisa ditingkatkan. Previously, petugas kesehatan hanya bisa datang per 10 day, kini bisa datang setiap pekan. “Dengan tambahan kendaraan operasional ini bisa menambah frekuensi layanan jemput bola warga,He said.

Roni menegaskan, kendaraan baru ini sangat membantu dalam memberikan layanan kesehatan ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.

Dengan frekuensi layanan yang meningkat, diharapkan masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan layanan kesehatan. “Kini kami bisa tiap pekan mendatangkan layanan ke wilayah yang sulit dijangkau,"he said.(rei/abi)