Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Fakta-fakta Penemuan 2 Jenazah Saat Pengangkatan Bangkai KMP Tunu Pratama

fakta-fakta-penemuan-2-jenazah-saat-pengangkatan-bangkai-kmp-tunu-pratama
Fakta-fakta Penemuan 2 Jenazah Saat Pengangkatan Bangkai KMP Tunu Pratama

detik.com

Banyuwangi

Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali pada 2 Juli 2025 mulai diangkat secara bertahap. Berikut fakta-fakta penemuan jenazah yang tertinggal tersebut.

1. Saat penyisiran bangkai kapal ditemukan 1 jenazah

Pada hari pertama proses penyisiran bagian dalam bangkai kapal, tim menemukan satu jenazah yang diduga korban tenggelamnya kapal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjungwangi Banyuwangi, Purgana, mengungkapkan bahwa jika dalam proses pengangkatan bangkai kapal ditemukan jenazah, maka akan diperlakukan sebagaimana mestinya dan dimakamkan secara layak melalui pemakaman massal.

“Nanti, jika dalam prosesnya itu ada ditemukan jenazah, akan diperlakukan dengan sebagaimana mestinya. Itu adalah hasil koordinasi dengan seluruh pihak dari yang saya tahu,” jelas Purgana.

2. Jenazah akan dimakamkan secara massal

“Nah, pemakamannya nanti secara masal, kan sudah ada surat pernyataan itu yang ditandatangani oleh keluarga korban,” tambahnya.

Di sisi lain, temuan jenazah yang masih dalam proses evakuasi dari dasar laut ke permukaan telah disampaikan kepada pihak perwakilan keluarga korban.

3. Pihak keluarga korban sesalkan tak transparan

Keluarga korban menyesalkan sikap otoritas yang dinilai tidak memberikan informasi perkembangan pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya secara berkala.

“Sampai hari ini tidak ada satupun vidio atau foto yang kami terima. Semua bungkam, tidak memberikan update informasi kepada kami tentang perkembangan pengangkatan bangkai KMP Tunu,” ungkap Bibit Hariyanto, perwakilan keluarga korban, Senin (2/2/2026).

Bibit menduga ada upaya menutup-nutupi proses tersebut. Ia juga mengaku mendapat tekanan dari pihak keluarga korban terkait tuntutan yang seharusnya menjadi kesepakatan bersama.

“Keluarga korban menekan saya, dan mereka mengancam kalau tidak ada koordinasi baik, surat pernyataan persetujuan akan dicabut,” tegas Bibit.

Setelah berhasil diangkat ke permukaan, jenazah pertama yang ditemukan di dalam bangkai KMP Tunu Pratama Jaya akan segera dipindahkan ke RSUD Blambangan.

4. Jenazah pertama teridentifikasi sebagai klasi kapal

Setelah dilakukan identifikasi, jenazah kemudian diketahui bernama I Wayan Teja Setiawan (33), warga Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Perwakilan keluarga korban telah mendapat informasi dan segera menuju ke RSUD Blambangan.

I Wayan Teja Setiawan diketahui merupakan adalah Anak Buah Kapal (ABK) yang bertugas pada bagian klasi atau parkir kapal ketika sandar.

5. Jenazah kedua ditemukan dalam kondisi bagian tubuh saja

Beberapa saat kemudian, satu jenazah kembali ditemukan saat proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya. Jenazah ini juga diduga merupakan korban yang terjebak di dalam bangkai kapal selama 6 bulan.

Temuan jenazah ini terjadi ketika proses pelepasan bagian bangkai kapal dengan cara dipotong robot bawah air di kapal tongkang KK Pioner 88. Kondisi jenazah kedua sulit dikenali karena hanya tersisa bagian tubuhnya saja.

Saat ini, jenazah yang belum bisa diidentifikasi jenis kelaminnya itu dibawa ke RSUD Negara, Bali untuk selanjutnya dilakukan identifikasi di RSUD Blambangan mengingat seluruh data manifest dan korban ada di rumah sakit negeri di Banyuwangi itu.

20D

(dpe/abq)