detik.com
Petugas pemadam Kebakaran dan penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi menerjunkan 5 unit mobil pemadam kebakaran dan menerjunkan 11 personel untuk melakukan pemadaman. Dari hasil identifikasi yang dilakukan, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik dari salah satu kios.
“Diduga terjadi korsleting listrik pada bagian atas bangunan yang menimbulkan percikan api, karena bangunan didominasi oleh kayu maka api mudah menyebar dan terdapat 1 unit motor Supra 125 yang memicu api membesar,” terang Kepala Seksi (Kasi) Penyelamatan dan Evakuasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi, Salam Bikwanto, Selasa (10/2/2026).
Salam menerangkan, pihaknya menggunakan 4 nozzle untuk proses pemadaman dan pendinginan. Masing-masing nozle ditujukan ke 3 titik utama untuk mencegah pembakaran dari kayu yang membara dan masih panas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami menggunakan 4 nozzle. 1 nozzle ke titik bagian tengah sebagai sumber kebakaran, 1 nozzle ke titik bagian timur untuk tidak menjalar dan 2 nozzle memutus mata rantai dari api,” jelasnya lebih lanjut.
Sementara sejumlah barang yang masih bisa diselamatkan diantaranya 1 unit motor Yamaha vixion, 1 unit kulkas, 1 unit TV dan sejumlah surat berharga. Sementara kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp 150 juta.
“Sejumlah barang dan surat berharga berhasil kami selamatkan. Beruntung tidak ada korban jiwa, tapi kerugian diperkirakan mencapai Rp 150 juta,” ungkap Salam.
Diketahui, kebakaran pasar loak kampung ujung Banyuwangi tersebut terjadi sekitar pukul 12 siang. Di mana kondisi pasar tengah sepi dan kios yang mengalami kepakaran dalam kondisi tutup lantaran pemiliknya sudah pulang.
Kebakaran tersebut diketahui oleh Untung (42) yang tengah membetulkan sound system miliknya di reparasi. Ia dikejutkan oleh suara kemertak kayu dan setelah mengetahui adanya kebakaran ia berteriak meminta pertolongan dan melakukan tindakan darurat penyiraman.
“Sekitar pukul 12 siang tadi saya sedang servis tape sound di belakang kios itu. Ada suara saya kira loakan itu jualan, saya lihat kok api sudah bergulung gulung di dalam kios dan menyala sampai menyambar kios di sebelahnya,” terang Untung dengan suara gemetar.
“Ambil ember cucian piring itu wes saya siramkan, tapi api khan besar sekali itu gak mampu saya nyalakan keran juga siram seadanya tapi api menyambar motor dan meledak,” pungkas Untung.
(auh/abq)







