Banyuwangi, Jurnalnews.com – Majelis sholawat Padang Bulanan yang rutin digelar di Pondok Pesantren Al Imaratul Mustaqimah, Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, berlangsung penuh khidmat dan haru pada Kamis malam (5/3/2026). Kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan malam Jumat di bulan suci Ramadhan ini menjadi momentum istimewa bagi para santri sebelum mereka pulang ke rumah masing-masing untuk libur panjang Hari Raya Idulfitri.
Acara yang dirangkai dengan pembacaan sholawat dan pengajian tersebut diikuti oleh santriwan dan santriwati, wali santri, para guru, serta pengurus yayasan pesantren. Suasana terasa semakin berkesan karena pertemuan tersebut menjadi majelis terakhir sebelum para santri meninggalkan pesantren selama kurang lebih 25 hari masa libur lebaran.
Dalam tausiyahnya, Pengasuh Pondok Pesantren Al Imaratul Mustaqimah, KH. Ali Hasan Kafrawi, mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak doa, terlebih karena kegiatan tersebut berlangsung pada malam Jumat yang diyakini sebagai waktu yang penuh keberkahan.
Kyai Hasan juga memberikan pesan khusus kepada para santri yang akan pulang ke rumah agar tetap menjaga akhlak dan nama baik pesantren.
“Setelah pulang dari pondok, saya berpesan jagalah dirimu, orang tuamu, gurumu, sekolahmu, dan juga pesantrenmu. Jangan sampai ketika di rumah berbuat sesuatu yang tidak sesuai dengan akhlak seorang santri,” pesan Kyai Hasan di hadapan para santri dan jamaah.
Ia menekankan bahwa kehidupan di luar pesantren memiliki dinamika yang berbeda. Para santri akan bertemu dengan banyak teman dan lingkungan yang beragam, sehingga diperlukan keteguhan untuk tetap menjaga nilai-nilai kebaikan yang telah dipelajari di pesantren.
“Nanti di rumah kalian akan bertemu dengan banyak teman. Bisa saja mereka mempengaruhi kalian, atau justru kalian yang mempengaruhi mereka. Jika pengaruhnya positif tentu itu baik. Namun jika tidak bisa mempengaruhi ke arah yang baik, lebih baik menjaga diri dan jangan sampai terpengaruh oleh hal-hal yang negatif,” ujarnya.
Di akhir tausiyahnya, Kyai Hasan juga mengingatkan para santri untuk berbakti kepada orang tua dengan membantu pekerjaan mereka di rumah.
“Di pesantren kalian terbiasa mencuci pakaian sendiri. Jangan sampai nanti di rumah malah minta dicucikan orang tua. Bantulah mereka. Apapun pekerjaan orang tua yang bisa kalian kerjakan, silakan dibantu sebagai bentuk bakti kepada orang tua,” imbuhnya.
Majelis sholawat tersebut pun ditutup dengan doa bersama, diiringi harapan agar para santri dapat menjaga akhlak, membawa keberkahan ilmu dari pesantren, serta kembali lagi setelah masa libur dengan semangat belajar yang lebih kuat. (Venus Hadi)







