sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Peristiwa nahas menimpa seorang bocah berinisial AF (7), warga Dusun Petahunan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi.
Bocah tersebut meninggal dunia setelah tenggelam di sungai yang berada di dusun setempat, Selasa siang.
Diduga, korban tenggelam saat bermain bersama teman-temannya di tepi sungai. Saat itu korban berusaha mengambil sandal yang terjatuh ke dalam aliran sungai.
Petugas Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Gambiran, Itnur Suyanto, mengatakan peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 12.25 WIB.
Menurutnya, sebelum kejadian korban sedang bermain bersama tiga temannya di sekitar bantaran sungai yang berada tidak jauh dari permukiman warga.
“Awalnya korban bersama tiga temannya bermain di tepi sungai. Kemudian salah satu sandal mereka jatuh ke sungai,” ujarnya.
Melihat sandal yang hanyut, korban berinisiatif untuk mengambilnya. Namun nahas, saat mencoba menjangkau sandal tersebut, korban justru terpeleset dan jatuh ke dalam sungai.
“Karena itu korban berinisiatif mengambil sandal yang jatuh tersebut. Namun saat hendak mengambil, korban terpeleset dan masuk ke sungai,” kata Itnur.
Teman Korban Tak Bisa Berenang
Situasi semakin panik karena teman-teman korban yang berada di lokasi kejadian tidak ada yang bisa berenang. Ketiga anak tersebut hanya bisa menyaksikan korban tenggelam tanpa mampu memberikan pertolongan.
Mereka kemudian menangis histeris dan berlari meminta bantuan kepada warga sekitar.
“Tidak satu pun dari anak-anak yang berada di lokasi bisa berenang. Mereka hanya menangis dan meminta pertolongan kepada warga,” jelasnya.
Teriakan anak-anak tersebut akhirnya didengar oleh salah satu warga yang kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan kondisi yang terjadi.
Setelah mengetahui adanya anak yang tenggelam di sungai, warga tersebut segera melaporkan peristiwa itu kepada pihak berwajib.
Page 2
Tidak lama setelah laporan diterima, petugas dari kepolisian, TNI, unsur Pemerintah Kecamatan Gambiran, serta masyarakat sekitar langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian terhadap korban.
Proses pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran sungai di sekitar lokasi kejadian.
Petugas bersama warga melakukan penyisiran di titik-titik yang dicurigai menjadi lokasi korban tenggelam.
Upaya pencarian berlangsung selama beberapa jam. Hingga akhirnya sekitar pukul 15.30 WIB, korban berhasil ditemukan.
“Korban ditemukan sekitar satu meter dari lokasi awal diduga tenggelam,” terang Itnur.
Korban Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal Dunia
Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Jenazah korban kemudian segera dievakuasi oleh petugas dan warga dari aliran sungai.
Selanjutnya, korban dibawa ke RS Al Rohmah untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Setelah diperiksa di rumah sakit, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujarnya.
Jenazah Diserahkan ke Keluarga
Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di area yang berisiko seperti sungai atau saluran air.
“Jenazah korban sudah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Itnur. (why/sgt)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Peristiwa nahas menimpa seorang bocah berinisial AF (7), warga Dusun Petahunan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi.
Bocah tersebut meninggal dunia setelah tenggelam di sungai yang berada di dusun setempat, Selasa siang.
Diduga, korban tenggelam saat bermain bersama teman-temannya di tepi sungai. Saat itu korban berusaha mengambil sandal yang terjatuh ke dalam aliran sungai.
Petugas Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Gambiran, Itnur Suyanto, mengatakan peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 12.25 WIB.
Menurutnya, sebelum kejadian korban sedang bermain bersama tiga temannya di sekitar bantaran sungai yang berada tidak jauh dari permukiman warga.
“Awalnya korban bersama tiga temannya bermain di tepi sungai. Kemudian salah satu sandal mereka jatuh ke sungai,” ujarnya.
Melihat sandal yang hanyut, korban berinisiatif untuk mengambilnya. Namun nahas, saat mencoba menjangkau sandal tersebut, korban justru terpeleset dan jatuh ke dalam sungai.
“Karena itu korban berinisiatif mengambil sandal yang jatuh tersebut. Namun saat hendak mengambil, korban terpeleset dan masuk ke sungai,” kata Itnur.
Teman Korban Tak Bisa Berenang
Situasi semakin panik karena teman-teman korban yang berada di lokasi kejadian tidak ada yang bisa berenang. Ketiga anak tersebut hanya bisa menyaksikan korban tenggelam tanpa mampu memberikan pertolongan.
Mereka kemudian menangis histeris dan berlari meminta bantuan kepada warga sekitar.
“Tidak satu pun dari anak-anak yang berada di lokasi bisa berenang. Mereka hanya menangis dan meminta pertolongan kepada warga,” jelasnya.
Teriakan anak-anak tersebut akhirnya didengar oleh salah satu warga yang kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan kondisi yang terjadi.
Setelah mengetahui adanya anak yang tenggelam di sungai, warga tersebut segera melaporkan peristiwa itu kepada pihak berwajib.








