Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Perempuan 20 Tahun Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi Purwoharjo Banyuwangi, Diduga Epilepsi Kambuh

perempuan-20-tahun-ditemukan-meninggal-di-saluran-irigasi-purwoharjo-banyuwangi,-diduga-epilepsi-kambuh
Perempuan 20 Tahun Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi Purwoharjo Banyuwangi, Diduga Epilepsi Kambuh

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Warga Desa Purwoharjo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, digegerkan dengan penemuan jasad seorang perempuan muda di saluran irigasi pada Senin (9/3) sore.

Korban diketahui berinisial YN, 20, warga Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi.

Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di aliran irigasi di wilayah setempat. Dugaan sementara, perempuan tersebut meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya kambuh.

Kapolsek Purwoharjo Iptu Agus Suhartono menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh petugas Jogotirto bernama Salim. Saat itu, Salim tengah melakukan pengecekan kondisi aliran air di Dam Puter.

7-13-maret-1769407165.jpeg

Ketika menyusuri saluran irigasi, Salim melihat tubuh seorang perempuan berada di aliran sungai. Menyadari ada hal mencurigakan, ia kemudian segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian.

“Jenazah pertama kali diketahui oleh petugas Jogotirto yang sedang mengecek kondisi aliran air Dam Puter pada Senin sore. Setelah melihat ada tubuh perempuan di aliran sungai, ia langsung melapor ke Polsek Purwoharjo,” kata Iptu Agus.

Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Purwoharjo bersama tim medis langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan proses evakuasi.

Setibanya di lokasi, petugas langsung mengevakuasi jenazah korban dari saluran irigasi. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan luar oleh tim medis guna memastikan kondisi tubuh korban.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kondisi tubuh korban juga tidak menunjukkan adanya luka yang mencurigakan.

“Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kondisi tubuh korban kurus dan tidak terdapat bekas luka,” jelasnya.

Berdasarkan perkiraan tim medis, korban diduga telah meninggal dunia sekitar enam jam sebelum jasadnya ditemukan oleh warga.

Untuk memastikan secara pasti penyebab kematian, sebenarnya diperlukan tindakan bedah mayat atau otopsi. Namun, pihak keluarga korban menolak prosedur tersebut dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

“Untuk memastikan penyebab kematian sebenarnya perlu dilakukan otopsi. Namun keluarga menolak dan membuat pernyataan resmi menerima kejadian ini sebagai musibah,” ujarnya.


Page 2


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Warga Desa Purwoharjo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, digegerkan dengan penemuan jasad seorang perempuan muda di saluran irigasi pada Senin (9/3) sore.

Korban diketahui berinisial YN, 20, warga Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi.

Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di aliran irigasi di wilayah setempat. Dugaan sementara, perempuan tersebut meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya kambuh.

Kapolsek Purwoharjo Iptu Agus Suhartono menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh petugas Jogotirto bernama Salim. Saat itu, Salim tengah melakukan pengecekan kondisi aliran air di Dam Puter.

7-13-maret-1769407165.jpeg

Ketika menyusuri saluran irigasi, Salim melihat tubuh seorang perempuan berada di aliran sungai. Menyadari ada hal mencurigakan, ia kemudian segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian.

“Jenazah pertama kali diketahui oleh petugas Jogotirto yang sedang mengecek kondisi aliran air Dam Puter pada Senin sore. Setelah melihat ada tubuh perempuan di aliran sungai, ia langsung melapor ke Polsek Purwoharjo,” kata Iptu Agus.

Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Purwoharjo bersama tim medis langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan proses evakuasi.

Setibanya di lokasi, petugas langsung mengevakuasi jenazah korban dari saluran irigasi. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan luar oleh tim medis guna memastikan kondisi tubuh korban.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kondisi tubuh korban juga tidak menunjukkan adanya luka yang mencurigakan.

“Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kondisi tubuh korban kurus dan tidak terdapat bekas luka,” jelasnya.

Berdasarkan perkiraan tim medis, korban diduga telah meninggal dunia sekitar enam jam sebelum jasadnya ditemukan oleh warga.

Untuk memastikan secara pasti penyebab kematian, sebenarnya diperlukan tindakan bedah mayat atau otopsi. Namun, pihak keluarga korban menolak prosedur tersebut dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

“Untuk memastikan penyebab kematian sebenarnya perlu dilakukan otopsi. Namun keluarga menolak dan membuat pernyataan resmi menerima kejadian ini sebagai musibah,” ujarnya.