sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, terus dikebut.
Fasilitas pengolahan sampah berkapasitas 160 ton per hari tersebut ditargetkan sudah mulai beroperasi pada September 2026.
TPS3R Karetan merupakan bagian dari program Banyuwangi Hijau, yang digagas melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dengan korporasi global Borealis dari Austria melalui inisiatif Project STOP.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, khususnya dalam mengendalikan sampah plastik melalui proses pemilahan, daur ulang, dan pengolahan secara lebih sistematis.
Progres Pembangunan Hampir Setengah Rampung
Sejauh ini, progres pembangunan TPS3R Karetan terus menunjukkan perkembangan positif.
Hingga akhir Februari lalu, pembangunan konstruksi fasilitas tersebut telah mencapai hampir separuh dari target.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bahkan sempat meninjau langsung pembangunan fasilitas tersebut pada akhir Februari.
Saat itu, progres konstruksi TPS3R Karetan telah mencapai 40,95 persen.
“Targetnya, September sudah bisa beroperasi,” ujar Ipuk.
Pemerintah daerah berharap pembangunan fasilitas ini dapat segera selesai sehingga mampu menjadi solusi bagi persoalan pengelolaan sampah di wilayah Banyuwangi bagian selatan.
Dibangun di Lahan 4,8 Hektare
TPS3R Karetan dibangun di atas lahan seluas 4,8 hektare di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo.
Page 2
Saat ini tim pembangunan tengah fokus mengerjakan sejumlah fasilitas utama, seperti:
- Area hanggar pengolahan sampah
- Gedung kantor operasional
- Workshop atau bengkel operasional
“Proses cut and fill sudah selesai. Saat ini kami tengah fokus pada pembangunan area bangunan hanggar, kantor, dan workshop,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa target penyelesaian konstruksi diproyeksikan pada minggu kedua September 2026.
Setelah itu, fasilitas tersebut akan segera diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi agar dapat segera dioperasikan.
“Target penyelesaiannya minggu kedua September 2026. Pekan berikutnya sudah bisa diserahkan ke pemkab agar secepatnya beroperasi,” jelas Yudi.
Dilengkapi Sistem Pemilahan Sampah Modern
TPS3R Karetan nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas pengolahan yang memungkinkan proses pemilahan sampah dilakukan secara lebih efektif.
Sampah yang masuk akan dipilah menjadi beberapa kategori, di antaranya:
- Sampah daur ulang, seperti plastik dan bahan bernilai ekonomis
- Sampah organik, yang dapat diolah menjadi kompos
- Sampah residu, yang akan ditangani lebih lanjut di luar lokasi TPS3R
Sistem tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Akan Dibangun Dua SPA Tambahan
Selain pembangunan TPS3R Karetan, program Banyuwangi Hijau juga akan mengembangkan fasilitas pendukung berupa Stasiun Peralihan Antara (SPA).
Dua SPA baru akan dibangun di:
- Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi
- Desa Setail, Kecamatan Genteng
Pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari fase ketiga program Banyuwangi Hijau.
Program ini juga mendapatkan dukungan dari Clean Rivers, sebuah organisasi nirlaba global yang berbasis di Uni Emirat Arab.
Setiap SPA tersebut dirancang memiliki kapasitas penanganan sekitar 50 ton sampah per hari.
Page 3
Dengan kapasitas yang besar, fasilitas ini dirancang untuk melayani pengelolaan sampah dari 38 desa di enam kecamatan.
Enam kecamatan yang akan dilayani oleh TPS3R tersebut meliputi:
- Kecamatan Bangorejo
- Kecamatan Cluring
- Kecamatan Pesanggaran
- Kecamatan Purwoharjo
- Kecamatan Siliragung
- Kecamatan Tegaldlimo
Bahkan, ke depan fasilitas ini juga berpotensi dikembangkan untuk menjangkau lima kecamatan lain di wilayah sekitarnya.
Kapasitas 160 Ton Sampah per Hari
TPS3R Karetan dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 160 ton sampah per hari.
Dengan kapasitas tersebut, fasilitas ini diperkirakan mampu menangani sampah yang dihasilkan oleh sekitar 362 ribu penduduk, atau setara dengan 100 ribu rumah tangga setiap hari.
Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah di Banyuwangi, khususnya untuk wilayah selatan yang selama ini membutuhkan sistem pengolahan yang lebih terintegrasi.
Dorong Ekonomi Warga Sekitar
Selain berfungsi sebagai fasilitas pengolahan sampah, keberadaan TPS3R Karetan juga diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Bupati Ipuk Fiestiandani menyebutkan bahwa fasilitas dengan kapasitas besar tersebut berpotensi menyerap cukup banyak tenaga kerja dari warga setempat.
“Memiliki kapasitas yang besar, artinya TPS ini bisa menyerap banyak tenaga kerja. Sehingga warga bisa ikut mendapatkan manfaat dari kehadirannya,” ujar Ipuk.
Dengan demikian, TPS3R tidak hanya berfungsi sebagai solusi lingkungan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal.
Proses Konstruksi Fokus Hanggar dan Workshop
Sementara itu, Waste Operation Lead Banyuwangi Hijau, Yudi Wahyudi, menjelaskan bahwa pembangunan TPS3R Karetan saat ini memasuki tahap konstruksi bangunan utama.
Menurutnya, proses cut and fill atau perataan lahan telah selesai dilakukan.








