detik.com
Masyarakat menyerbu pasar murah yang digelar di Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Tukangkayu, Banyuwangi. Pasar murah ini menjadi salah satu upaya pengendalian kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menugaskan seluruh daerah untuk menggelar pasar murah selama Ramadan. Di Banyuwangi, pasar murah tidak hanya digelar di pasar tradisional di seluruh kecamatan, tetapi juga di Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP), salah satunya di KKMP Tukangkayu.
Pasar murah ini menawarkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar. Komoditas yang disediakan mulai dari beras SPHP dari Bulog hingga beras premium dengan harga Rp 50 ribu dan Rp 70 ribu per kemasan 5 kilogram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi RR Nanin Ocktaviantie mengatakan, kehadiran pasar murah di KKMP Tukangkayu menjadi langkah strategis untuk menambah titik pasar murah guna menekan lonjakan harga yang berpotensi memicu inflasi.
“Inflasi itu jangan sampai plus minus 1 sampai 3,5 dan ini sudah kayaknya melewati 3,5 melebihi ambang batas dan ini perlu kita support, jangan sampai meningkat lagi. Pasar murah di KDKMP ini sangat membantu menekan harga karena bisa diakses langsung oleh warga sekitar koperasi,” terang Nanin usai membuka pasar murah di KKMP Tukangkayu, Jumat (6/3/2026).
Nanin menyebut, pihaknya akan terus meningkatkan jumlah titik pasar murah guna menekan kenaikan harga sejumlah komoditas seperti daging sapi, daging ayam, cabai, dan telur. Menurutnya, harga beras dan minyak masih tergolong stabil karena ketersediaannya di gudang Bulog masih cukup aman.
“Setiap hari kita ada operasi pasar dan ada di beberapa tempat insidentil seperti di Bank Jatim mulai tanggal 2-6 maret dimana pemerintah daerah bekerjasama dengan Bulog dan Bank Jatim. Sementara tanggal 9 – 11 Maret di Gintangan kerjasama Pemerintah daerah dan Bank Indonesia. Ditambah di KDKMP,” jelasnya.
Ketua Umum Asosiasi KDKMP Kabupaten Banyuwangi Imam Maskun mengatakan, peran koperasi cukup strategis dalam membantu pemerintah daerah mengendalikan harga kebutuhan pokok yang mulai merangkak naik. Menurutnya, harga komoditas di KDKMP cenderung berada di bawah harga pasar karena pasokan barang berasal langsung dari produsen.
“Kegiatan ini bagian dari support KDKMP ke pemerintah untuk menekan harga pasar, kita khan langsung ya suplai barangnya dari Bulog, Pertamina, Petani dan Peternak,” jelas Imam.
Ia menambahkan, pihaknya menyiapkan sekitar 100 kupon untuk pasar murah di KKMP Tukangkayu dan seluruhnya habis terjual. Kupon tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Koperasi Jatim yang dialokasikan khusus bagi warga Kelurahan Tukangkayu.
“Ludes terjual 100 kupon bantuan dari Pemprov, ini menandakan tingginya kebutuhan masyarakat akan barang dengan harga sangat terjangkau,” katanya.
Di Kabupaten Banyuwangi, jumlah titik pasar murah selama Ramadan tahun ini meningkat sekitar 20 persen dibandingkan Ramadan tahun lalu. Salah satu kontribusi peningkatan tersebut berasal dari program Koperasi Merah Putih.
(dpe/hil)








