Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Tutup 37 Jam Saat Nyepi

penyeberangan-ketapang-gilimanuk-tutup-37-jam-saat-nyepi
Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Tutup 37 Jam Saat Nyepi

detik.com

Banyuwangi

Layanan penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk bakal ditutup selama 37 jam saat Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 19 Maret 2026.

Penutupan penyeberangan ini juga disertai penghentian sementara layanan di lintasan Jawa-Bali hingga Lombok oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sebagai bentuk penghormatan terhadap hari suci umat Hindu.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo menyebut, penyesuaian operasional tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengaturan transportasi nasional guna menjaga ketertiban serta menghormati pelaksanaan Catur Brata Penyepian di Pulau Bali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, penghentian sementara operasional dilaksanakan berdasarkan surat pengaturan operasional penyeberangan dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

“Penyesuaian operasional ini dilakukan sebagai bagian dari penghormatan untuk saudara kita yang tengah menjalankan Catur Brata Penyepian di Pulai Bali. Ini pun merujuk pada peraturan Kemenhub melalui Dirjen Perhubungan darat yang mengatur penyesuaian layanan transportasi penyeberangan pada saat Hari Raya Nyepi,” terang Heru, Kamis (5/3/2026).

Operasional penyeberangan akan dihentikan sementara mulai 18 Maret pukul 17.00 WIB hingga 20 Maret pukul 06.00 WIB untuk Pelabuhan Ketapang.

Sementara di Pelabuhan Gilimanuk, penghentian dimulai pada 19 Maret pukul 05.00 WITA hingga 20 Maret pukul 06.00 WITA.

Di Pelabuhan Lembar, penghentian pelayanan dimulai pada 18 Maret pukul 21.00 WITA hingga 20 Maret pukul 01.30 WITA. Sedangkan di Pelabuhan Padangbai pada 19 Maret pukul 04.00 WITA hingga 20 Maret pukul 11.30 WITA.

Heru Widodo menegaskan, penghentian sementara operasional pelabuhan tersebut tidak mengendurkan kesiapan operasional dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Selain itu, layanan penyeberangan di bawah ASDP tetap diupayakan andal dan aman bagi pengguna jasa.

“Kami berkomitmen untuk selalu menempatkan keselamatan pengguna jasa sebagai prioritas utama. Berbagai langkah antisipatif terus kami lakukan agar layanan penyeberangan tetap andal dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujar Heru.

Untuk mengantisipasi kemacetan akibat penghentian layanan selama 37 jam, sejumlah titik buffer zone disiapkan di jalur tol maupun non tol menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Masyarakat juga diimbau untuk menunda perjalanan selama periode penghentian operasional tersebut.

20D

(erm/hil)