Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Rumah Semi Permanen di Licin Banyuwangi Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

rumah-semi-permanen-di-licin-banyuwangi-terbakar,-diduga-akibat-korsleting-listrik
Rumah Semi Permanen di Licin Banyuwangi Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Sebuah rumah semi permanen di Dusun Segobang Timur, Desa Segobang, Kecamatan Licin, Banyuwangi, dilalap si jago merah, Sabtu sore (7/2).

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 17.00 tersebut menghanguskan sebagian besar bangunan rumah, dengan kerugian material ditaksir mencapai Rp 75 juta.

Rumah tersebut diketahui milik Abdul Rohim, 43. Saat peristiwa kebakaran terjadi, kondisi rumah dalam keadaan kosong.

Api pertama kali diketahui oleh warga sekitar setelah terdengar suara percikan dari dalam rumah.

“Awalnya warga mendengar suara seperti percikan listrik. Tidak lama kemudian api langsung membesar,” ujar salah satu warga di lokasi kejadian.

Dalam hitungan menit, kobaran api dengan cepat membesar dan melahap bagian dalam rumah.

Hal itu disebabkan sebagian besar material bangunan terbuat dari kayu, bambu, dan triplek yang mudah terbakar.

Melihat api semakin membesar, warga sekitar sempat berupaya memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya.

Namun, karena keterbatasan alat dan cepatnya penyebaran api, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Salah satu warga kemudian menghubungi Pusat Panggilan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi pada pukul 17.26.

Mendapat laporan tersebut, petugas Damkarmat Banyuwangi langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Sebanyak tiga unit armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kebakaran di kawasan permukiman tersebut.

Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pemadaman dengan fokus pada titik api utama yang berada di bagian tengah bangunan.

Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, api utama akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.10.


Page 2

Proses pemadaman kemudian dilanjutkan dengan pendinginan serta pembongkaran material yang terbakar untuk memastikan tidak ada api maupun bara yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran ulang.

Kepala Damkarmat Banyuwangi, Edy Supriyono, menjelaskan bahwa seluruh proses penanganan dilakukan sesuai dengan prosedur standar pemadaman dan pengamanan pascakebakaran.

“Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pendinginan secara menyeluruh dan memastikan tidak ada bara api tersembunyi yang dapat menimbulkan penyalaan ulang,” jelasnya.

Berdasarkan hasil asesmen awal Damkarmat Banyuwangi, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik di bagian kamar tidur yang kemudian menyambar kasur dan dengan cepat membesar karena material bangunan mudah terbakar.

Dalam kejadian tersebut, Damkarmat Banyuwangi mengerahkan 11 personel gabungan dari Regu Brama 1 dan Brama 2, yang juga dibantu oleh warga sekitar.

Proses penanganan dinyatakan selesai pada pukul 18.43, dan situasi di lokasi kejadian dipastikan aman serta terkendali.

“Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Namun kerugian material cukup besar karena hampir seluruh isi rumah terdampak kebakaran,” pungkas Edy. (ray)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Sebuah rumah semi permanen di Dusun Segobang Timur, Desa Segobang, Kecamatan Licin, Banyuwangi, dilalap si jago merah, Sabtu sore (7/2).

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 17.00 tersebut menghanguskan sebagian besar bangunan rumah, dengan kerugian material ditaksir mencapai Rp 75 juta.

Rumah tersebut diketahui milik Abdul Rohim, 43. Saat peristiwa kebakaran terjadi, kondisi rumah dalam keadaan kosong.

Api pertama kali diketahui oleh warga sekitar setelah terdengar suara percikan dari dalam rumah.

“Awalnya warga mendengar suara seperti percikan listrik. Tidak lama kemudian api langsung membesar,” ujar salah satu warga di lokasi kejadian.

Dalam hitungan menit, kobaran api dengan cepat membesar dan melahap bagian dalam rumah.

Hal itu disebabkan sebagian besar material bangunan terbuat dari kayu, bambu, dan triplek yang mudah terbakar.

Melihat api semakin membesar, warga sekitar sempat berupaya memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya.

Namun, karena keterbatasan alat dan cepatnya penyebaran api, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Salah satu warga kemudian menghubungi Pusat Panggilan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi pada pukul 17.26.

Mendapat laporan tersebut, petugas Damkarmat Banyuwangi langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Sebanyak tiga unit armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kebakaran di kawasan permukiman tersebut.

Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pemadaman dengan fokus pada titik api utama yang berada di bagian tengah bangunan.

Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, api utama akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.10.