sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Memasuki bulan suci Ramadan, Polresta Banyuwangi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peredaran uang palsu (upal).
Imbauan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya aktivitas dan nilai transaksi jual beli selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.
Lonjakan transaksi, terutama di pasar tradisional dan pusat keramaian, dinilai menjadi celah yang rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan.
Apalagi, pada momen Ramadan banyak bermunculan pedagang musiman, seperti penjual takjil dan kebutuhan berbuka puasa.
Wakasatreskrim Polresta Banyuwangi, Didik Hariyono, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi potensi tersebut dengan meningkatkan pengamanan di sejumlah titik rawan.
“Antisipasi dari kami pihak kepolisian tentunya terkait peredaran uang palsu,” ujarnya.
Lonjakan Transaksi Jadi Celah Pelaku
Menurut Didik, meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran membuat aktivitas ekonomi bergerak lebih cepat dari biasanya.
Kondisi tersebut sering dimanfaatkan pelaku peredaran uang palsu untuk melancarkan aksinya di tengah padatnya transaksi.
“Momentum peningkatan kebutuhan masyarakat inilah yang kerap dimanfaatkan para pengedar uang palsu untuk beraksi di tengah keramaian pasar,” ungkapnya.
Sebagai langkah pencegahan, Polresta Banyuwangi telah mengerahkan personel untuk melakukan pengamanan dan pemantauan di sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi titik peredaran upal, seperti pasar tradisional, pusat perbelanjaan, dan sentra kuliner Ramadan.
“Sejumlah personel kami tempatkan di titik-titik rawan peredaran uang palsu, seperti pasar dan pusat keramaian lainnya,” tambahnya.
Warga Diminta Teliti Saat Transaksi
Selain pengamanan, kepolisian juga mengajak masyarakat untuk lebih teliti saat menerima uang tunai dalam transaksi jual beli. Warga diminta tidak segan memeriksa keaslian uang sebelum menerimanya.
Page 2
Didik menegaskan, hingga saat ini belum ditemukan kasus peredaran uang palsu di Banyuwangi. Namun, langkah antisipatif tetap diperlukan guna mencegah potensi kerugian masyarakat.
“Pastikan uang yang diterima dalam transaksi adalah uang asli. Segera laporkan jika menemukan orang bertransaksi menggunakan uang palsu,” jelasnya.
Kenali Metode 3D: Dilihat, Diraba, Diterawang
Untuk memudahkan masyarakat mengenali ciri-ciri uang asli, Didik mengingatkan metode 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang.
Menurutnya, uang asli memiliki beberapa ciri khas yang dapat dikenali secara kasat mata maupun melalui sentuhan.
“Uang asli memiliki tekstur kertas kasar atau tebal, warna tajam, benang pengaman tertanam atau berubah warna, serta gambar pahlawan atau watermark yang jelas saat diterawang,” tegasnya.
Dengan memahami ciri-ciri tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada dan tidak mudah tertipu.
Peran Aktif Masyarakat Dibutuhkan
Polresta Banyuwangi berharap peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan selama Ramadan. Kewaspadaan kolektif dinilai menjadi kunci utama mencegah peredaran uang palsu.
Jika menemukan indikasi upal, warga diminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti.
Dengan sinergi antara aparat dan masyarakat, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban selama Ramadan hingga Idul Fitri tetap terjaga, serta aktivitas ekonomi berjalan lancar tanpa gangguan tindak kejahatan. (rio/aif)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Memasuki bulan suci Ramadan, Polresta Banyuwangi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peredaran uang palsu (upal).
Imbauan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya aktivitas dan nilai transaksi jual beli selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.
Lonjakan transaksi, terutama di pasar tradisional dan pusat keramaian, dinilai menjadi celah yang rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan.
Apalagi, pada momen Ramadan banyak bermunculan pedagang musiman, seperti penjual takjil dan kebutuhan berbuka puasa.
Wakasatreskrim Polresta Banyuwangi, Didik Hariyono, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi potensi tersebut dengan meningkatkan pengamanan di sejumlah titik rawan.
“Antisipasi dari kami pihak kepolisian tentunya terkait peredaran uang palsu,” ujarnya.
Lonjakan Transaksi Jadi Celah Pelaku
Menurut Didik, meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran membuat aktivitas ekonomi bergerak lebih cepat dari biasanya.
Kondisi tersebut sering dimanfaatkan pelaku peredaran uang palsu untuk melancarkan aksinya di tengah padatnya transaksi.
“Momentum peningkatan kebutuhan masyarakat inilah yang kerap dimanfaatkan para pengedar uang palsu untuk beraksi di tengah keramaian pasar,” ungkapnya.
Sebagai langkah pencegahan, Polresta Banyuwangi telah mengerahkan personel untuk melakukan pengamanan dan pemantauan di sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi titik peredaran upal, seperti pasar tradisional, pusat perbelanjaan, dan sentra kuliner Ramadan.
“Sejumlah personel kami tempatkan di titik-titik rawan peredaran uang palsu, seperti pasar dan pusat keramaian lainnya,” tambahnya.
Warga Diminta Teliti Saat Transaksi
Selain pengamanan, kepolisian juga mengajak masyarakat untuk lebih teliti saat menerima uang tunai dalam transaksi jual beli. Warga diminta tidak segan memeriksa keaslian uang sebelum menerimanya.






