sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Mengantisipasi lonjakan kendaraan selama arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026, jajaran Satlantas Polresta Banyuwangi mulai memetakan sejumlah jalur rawan kemacetan, Minggu (15/2).
Langkah ini dilakukan melalui survei langsung di titik-titik yang selama ini kerap mengalami kepadatan arus lalu lintas.
Pemetaan tersebut menjadi bagian dari persiapan dini guna memastikan kelancaran dan keselamatan pemudik yang melintas di wilayah Banyuwangi.
Survei dilakukan di sejumlah lokasi strategis. Di antaranya jalur perlintasan utama antarkecamatan dan antarprovinsi, kawasan pasar tumpah, pusat perbelanjaan, serta simpang-simpang yang menjadi titik pertemuan arus kendaraan.
Kasatlantas Polresta Banyuwangi AKP I Gusti Bagus Krisna Fuady melalui Kanit Kamsel Ipda Irvin menjelaskan, pemetaan dilakukan berdasarkan evaluasi arus lalu lintas pada musim mudik tahun sebelumnya.
“Beberapa titik rawan kemacetan telah kami identifikasi, terutama di jalur perlintasan utama, kawasan pasar tumpah, pusat perbelanjaan, serta simpang-simpang yang menjadi pertemuan arus kendaraan,” katanya.
Menurutnya, peningkatan volume kendaraan saat Lebaran tidak hanya terjadi di jalan nasional, tetapi juga di jalur-jalur alternatif dan kawasan perkotaan.
Jalur Wisata dan Akses Pelabuhan Jadi Perhatian
Selain titik-titik tersebut, jalur wisata serta akses menuju terminal dan pelabuhan juga menjadi perhatian khusus aparat lalu lintas.
Banyuwangi sebagai daerah tujuan wisata sekaligus pintu penyeberangan ke Bali dipastikan mengalami lonjakan mobilitas signifikan menjelang dan setelah Lebaran.
“Untuk mengurai potensi kepadatan, Satlantas tentu akan menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, di antaranya rekayasa lalu lintas,” sebut Ipda Irvin.
Rekayasa lalu lintas yang dimaksud meliputi pengalihan arus, sistem buka-tutup di titik tertentu, hingga optimalisasi jalur alternatif jika terjadi kepadatan ekstrem.
Siapkan Personel dan Koordinasi Lintas Instansi
Tak hanya rekayasa lalu lintas, Satlantas juga akan menempatkan personel di sejumlah lokasi rawan. Pengaturan manual akan dilakukan apabila terjadi lonjakan kendaraan secara tiba-tiba.
“Kita juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Perhubungan dan pengelola jalan guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik,” ungkapnya.
Sinergi lintas instansi dinilai penting untuk mendukung kelancaran arus kendaraan, termasuk dalam hal manajemen parkir, pengaturan kendaraan angkutan umum, hingga penanganan kendaraan mogok atau kecelakaan.
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Mengantisipasi lonjakan kendaraan selama arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026, jajaran Satlantas Polresta Banyuwangi mulai memetakan sejumlah jalur rawan kemacetan, Minggu (15/2).
Langkah ini dilakukan melalui survei langsung di titik-titik yang selama ini kerap mengalami kepadatan arus lalu lintas.
Pemetaan tersebut menjadi bagian dari persiapan dini guna memastikan kelancaran dan keselamatan pemudik yang melintas di wilayah Banyuwangi.
Survei dilakukan di sejumlah lokasi strategis. Di antaranya jalur perlintasan utama antarkecamatan dan antarprovinsi, kawasan pasar tumpah, pusat perbelanjaan, serta simpang-simpang yang menjadi titik pertemuan arus kendaraan.
Kasatlantas Polresta Banyuwangi AKP I Gusti Bagus Krisna Fuady melalui Kanit Kamsel Ipda Irvin menjelaskan, pemetaan dilakukan berdasarkan evaluasi arus lalu lintas pada musim mudik tahun sebelumnya.
“Beberapa titik rawan kemacetan telah kami identifikasi, terutama di jalur perlintasan utama, kawasan pasar tumpah, pusat perbelanjaan, serta simpang-simpang yang menjadi pertemuan arus kendaraan,” katanya.
Menurutnya, peningkatan volume kendaraan saat Lebaran tidak hanya terjadi di jalan nasional, tetapi juga di jalur-jalur alternatif dan kawasan perkotaan.
Jalur Wisata dan Akses Pelabuhan Jadi Perhatian
Selain titik-titik tersebut, jalur wisata serta akses menuju terminal dan pelabuhan juga menjadi perhatian khusus aparat lalu lintas.
Banyuwangi sebagai daerah tujuan wisata sekaligus pintu penyeberangan ke Bali dipastikan mengalami lonjakan mobilitas signifikan menjelang dan setelah Lebaran.
“Untuk mengurai potensi kepadatan, Satlantas tentu akan menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, di antaranya rekayasa lalu lintas,” sebut Ipda Irvin.
Rekayasa lalu lintas yang dimaksud meliputi pengalihan arus, sistem buka-tutup di titik tertentu, hingga optimalisasi jalur alternatif jika terjadi kepadatan ekstrem.
Siapkan Personel dan Koordinasi Lintas Instansi
Tak hanya rekayasa lalu lintas, Satlantas juga akan menempatkan personel di sejumlah lokasi rawan. Pengaturan manual akan dilakukan apabila terjadi lonjakan kendaraan secara tiba-tiba.
“Kita juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Perhubungan dan pengelola jalan guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik,” ungkapnya.
Sinergi lintas instansi dinilai penting untuk mendukung kelancaran arus kendaraan, termasuk dalam hal manajemen parkir, pengaturan kendaraan angkutan umum, hingga penanganan kendaraan mogok atau kecelakaan.








