sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Penanganan kasus temuan bayi perempuan di Pos Kamling Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Banyuwangi, terus bergulir.
Hingga kini, jajaran Polresta Banyuwangi masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap siapa ibu biologis bayi malang tersebut.
Sejumlah alat bukti telah diamankan. Penyidik juga menelusuri jejak digital yang diduga berkaitan dengan peristiwa pembuangan bayi tersebut.
Kasatreskrim Polresta Banyuwangi, Lanang Teguh Pambudi, menegaskan bahwa pihaknya masih mengembangkan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku.
“Kami masih lakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi ibu biologis bayi,” ujarnya.
Saksi-Saksi Sudah Diperiksa
Lanang menjelaskan, sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Polisi kini tinggal mengumpulkan petunjuk tambahan guna memperkuat konstruksi perkara.
“Sejumlah saksi sudah kami periksa, tinggal mengumpulkan petunjuk lainnya,” katanya.
Polisi juga membuka kemungkinan memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian, termasuk menelusuri aktivitas mencurigakan pada waktu menjelang penemuan bayi.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Selain aspek pidana, kasus ini juga menyangkut perlindungan anak yang dijamin undang-undang.
Dinsos PPKB Gerak Cepat
Sementara itu, respons cepat ditunjukkan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Banyuwangi.
Petugas langsung melakukan peninjauan terhadap kondisi bayi yang kini dirawat di RSUD Blambangan.
Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos PPKB Banyuwangi, Khoirul Hidayat, memastikan kondisi bayi perempuan tersebut terus dipantau secara intensif oleh tim medis.
“Sudah kami cek kondisi bayi. Bayi tersebut dalam kondisi mual dan sesak napas sehingga perlu perawatan intensif di RSUD Blambangan,” ujarnya.
Meski sempat mengalami gangguan kesehatan, kondisi bayi dilaporkan stabil dan dalam pengawasan ketat tenaga medis.
Page 2
Khoirul menegaskan, pihaknya akan terus memberikan pendampingan terhadap bayi tersebut.
Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur untuk langkah lanjutan, termasuk kemungkinan penempatan dan perlindungan sosial.
“Untuk proses hukum orang tua bayi sepenuhnya kami pasrahkan ke penegak hukum. Sedangkan untuk pendampingan tentu akan dilakukan oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Renakta Polresta Banyuwangi,” tegasnya.
Pendampingan tersebut meliputi aspek psikososial, administrasi kependudukan, hingga jaminan perlindungan hukum bagi sang bayi.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Lingkungan Krajan, Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, digegerkan dengan penemuan bayi perempuan dalam kardus di poskamling setempat, Kamis dini hari (13/2) sekitar pukul 04.25.
Bayi yang diduga baru dilahirkan itu ditemukan dalam kondisi masih hidup. Lokasi penemuan berada di lingkungan permukiman padat penduduk, tepat di depan rumah Ketua RT 01 setempat, Faizin.
Usai melaksanakan salat subuh di musala, Faizin hendak menyiapkan bensin untuk dijual. Saat melangkah keluar rumah, ia melihat sebuah kardus mencurigakan di depan poskamling.
Merasa curiga, ia mendekat dan mendapati seorang bayi perempuan berada di dalam kardus tersebut. Spontan, ia memanggil warga sekitar dan melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib.
Penemuan bayi tersebut sontak membuat geger warga. Aparat kepolisian yang datang ke lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa bayi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan.
Polisi Imbau Masyarakat Beri Informasi
Kasatreskrim mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor ke pihak kepolisian.
Informasi sekecil apa pun dinilai penting untuk mengungkap identitas ibu kandung bayi.
Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya edukasi, pendampingan, serta perlindungan terhadap perempuan dan anak.
Aparat berharap pelaku segera teridentifikasi sehingga proses hukum dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, kondisi bayi perempuan tersebut masih terus dipantau di RSUD Blambangan dengan pengawasan medis intensif dan pendampingan dari instansi terkait. (rio/sgt)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Penanganan kasus temuan bayi perempuan di Pos Kamling Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Banyuwangi, terus bergulir.
Hingga kini, jajaran Polresta Banyuwangi masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap siapa ibu biologis bayi malang tersebut.
Sejumlah alat bukti telah diamankan. Penyidik juga menelusuri jejak digital yang diduga berkaitan dengan peristiwa pembuangan bayi tersebut.
Kasatreskrim Polresta Banyuwangi, Lanang Teguh Pambudi, menegaskan bahwa pihaknya masih mengembangkan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku.
“Kami masih lakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi ibu biologis bayi,” ujarnya.
Saksi-Saksi Sudah Diperiksa
Lanang menjelaskan, sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Polisi kini tinggal mengumpulkan petunjuk tambahan guna memperkuat konstruksi perkara.
“Sejumlah saksi sudah kami periksa, tinggal mengumpulkan petunjuk lainnya,” katanya.
Polisi juga membuka kemungkinan memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian, termasuk menelusuri aktivitas mencurigakan pada waktu menjelang penemuan bayi.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Selain aspek pidana, kasus ini juga menyangkut perlindungan anak yang dijamin undang-undang.
Dinsos PPKB Gerak Cepat
Sementara itu, respons cepat ditunjukkan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Banyuwangi.
Petugas langsung melakukan peninjauan terhadap kondisi bayi yang kini dirawat di RSUD Blambangan.
Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos PPKB Banyuwangi, Khoirul Hidayat, memastikan kondisi bayi perempuan tersebut terus dipantau secara intensif oleh tim medis.
“Sudah kami cek kondisi bayi. Bayi tersebut dalam kondisi mual dan sesak napas sehingga perlu perawatan intensif di RSUD Blambangan,” ujarnya.
Meski sempat mengalami gangguan kesehatan, kondisi bayi dilaporkan stabil dan dalam pengawasan ketat tenaga medis.








