sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pemerintah Aceh secara resmi telah menyerahkan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dokumen tersebut memuat kebutuhan anggaran pemulihan Aceh pascabencana dengan total nilai mencapai Rp153,3 triliun.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, membenarkan penyerahan dokumen tersebut yang dilakukan pada 3 Februari 2025.
“Iya benar, Pemerintah Aceh telah menyampaikan dokumen R3P kepada pemerintah pusat melalui BNPB,” ujarnya di Banda Aceh, dikutip Antara, Senin (9/2/2026).
Menurut MTA, dokumen R3P disusun secara komprehensif dan mencakup data kerusakan, kerugian, serta rencana pemulihan menyeluruh pascabencana.
Anggaran yang diajukan terbagi ke dalam beberapa kewenangan, yakni kementerian dan lembaga pusat sebesar Rp41,8 triliun, Pemerintah Provinsi Aceh Rp22 triliun, pemerintah kabupaten/kota Rp60,43 triliun, serta kontribusi masyarakat dan dunia usaha sebesar Rp29 triliun.
“R3P Aceh memuat semua data kerusakan, kerugian, dan rencana pemulihan menyeluruh pascabencana yang diajukan oleh seluruh level kewenangan,” jelasnya.
Lebih lanjut, MTA menyampaikan bahwa tim dari Bappenas RI telah turun langsung ke Aceh untuk melakukan rapat koordinasi guna menyelaraskan dokumen R3P dengan kebijakan nasional.
Saat ini, BNPB tengah melakukan proses verifikasi dokumen sebelum dilanjutkan dengan verifikasi faktual ke lapangan.
“Setelah verifikasi faktual dilakukan, BNPB akan meneruskan kepada Bappenas RI dalam rangka persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah di semua tingkatan terus melakukan langkah pemulihan.
“Gubernur Aceh selalu berharap agar semua komponen bersatu demi Aceh yang lebih baik dan bangkit dari bencana ini,” pungkas Muhammad MTA.








