Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Sederet Fakta Baru Denada Digugat Telantarkan Anak Kandung

sederet-fakta-baru-denada-digugat-telantarkan-anak-kandung
Sederet Fakta Baru Denada Digugat Telantarkan Anak Kandung

detik.com

Banyuwangi

Gugatan pemuda Banyuwangi yang mengaku sebagai anak biologis Denada terhadap sang penyanyi nasional terus menjadi perbincangan publik. Polemik penelantaran anak selama 24 tahun ini tak hanya membuka persoalan hukum, tetapi juga kisah keluarga yang selama ini tertutup.

Dari perdebatan soal jalur gugatan, pengakuan kuasa hukum, hingga kisah hidup Ressa yang penuh keterbatasan, berikut rangkaian fakta lengkap kasus yang menyeret nama Denada:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kuasa hukum Denada, Muhammad Ikbal, menilai gugatan yang diajukan ke Pengadilan Negeri Banyuwangi sebagai langkah hukum yang keliru karena pokok perkara seharusnya masuk ranah pidana atau Pengadilan Agama, bukan Pengadilan Negeri. Menurut Ikbal, substansi gugatan yang menyangkut penelantaran dan nafkah anak memiliki jalur hukum berbeda sesuai aturan peradilan.

“Kan terkait masalah penelantaran kan katanya di media itu. Kalau saya nanggapi itu salah jalur kalau di PN (Pengadilan Negeri). Kalau ngomong penelantaran kan ya pidana. Kalau masalah ngomong nafkah-nafkah anak karena Muslim ya harusnya di Pengadilan Agama,” kata Ikbal, Jumat (9/1/2026).

Ikbal juga mempertanyakan mengapa gugatan baru diajukan ketika anak yang mengaku sebagai anak biologis Denada itu telah berusia 24 tahun, sementara penggugat masih berada dalam lingkaran keluarga dekat. Ia menilai banyak aspek penting yang tidak dijelaskan secara rinci dalam gugatan tersebut.

“Kenapa kok baru sekarang? Dan yang menggugat ini pun ya masih lingkup saudara. Dan nggak dijelaskan itu dirawat sama saudara atau gimana, terus keabsahan masalah anak ini gimana kan nggak disebutkan juga,” tegasnya.

3. Mediasi Belum Jelas, Denada Masih Tentatif Hadir

Ikbal menyebut pihaknya masih berkomunikasi dengan Denada dan belum ada keputusan final terkait sikap Denada terhadap gugatan tersebut. Ia memastikan proses mediasi baru akan digelar kembali pada pekan depan dengan kehadiran Denada yang masih belum pasti.

“Belum ada mediasi, kemarin itu bukan mediasi. Mediasi nanti hari Kamis depan dan belum dipastikan Mbak Denada akan hadir,” pungkas Ikbal.

4. Ressa Mengaku Baru Tahu Identitas Ibunya

Al Ressa Rizky Rosano mengaku baru mengetahui bahwa Denada adalah ibu kandungnya setelah neneknya, Emilia Contessa, meninggal dunia, sehingga selama ini ia hidup tanpa mengetahui asal-usul ibunya. Ia kemudian menggugat Denada untuk meminta pengakuan dan pertanggungjawaban atas dugaan penelantaran selama 24 tahun.

“Benar tergugat adalah seorang artis dengan inisial D, kami telah melakukan gugatan atas perbuatan melawan hukum dengan tergugat adalah orang tua kandungannya sendiri,” terang kuasa hukum tergugat Moh. Firdaus Yuliantono, Kamis (8/1/2026).

5. Gugatan Ditujukan untuk Menuntut Hak Anak

Firdaus menegaskan, gugatan yang diajukan kliennya bukan untuk mencari sensasi, melainkan untuk memperoleh hak-hak yang selama ini tidak diberikan sejak kecil hingga dewasa. Ia berharap gugatan tersebut dapat menjadi jalan agar kliennya mendapatkan keadilan.

“Dengan gugatan ini, harapannya anak ini bisa mendapatkan hak-haknya yang sejak dilahirkan hingga berusia remaja tidak diberikan oleh sang Ibu,” tambah Firdaus.

6. Pihak Ressa Masih Berharap Damai

Firdaus menyebut pihaknya masih membuka peluang damai selama Denada menunjukkan itikad baik untuk bertemu dan berdialog dengan kliennya. Namun, jika tidak ada itikad baik, jalur hukum akan tetap ditempuh demi pemenuhan hak.

“Kami berharap agar tergugat punya itikad baik untuk bertemu dengan klien kami sehingga ada titik temu antara keduanya sehingga tidak sampai berlanjut ke jalur hukum. Tapi kalau memang tidak ada itikad baik maka kami ingin agar hak-hak klien kami dapat terpenuhi,” tegas Firdaus.

7. Denada Unggah Kerinduan pada Mendiang Ibu

Di tengah polemik gugatan, Denada justru mengunggah foto bersama mendiang ibunya, Emilia Contessa, di akun Instagram pribadinya yang langsung menyita perhatian warganet. Unggahan itu dibanjiri komentar, termasuk yang menyinggung soal anak biologisnya di Banyuwangi.

Hi Ma, I Miss you. Doain Dena ya Ma,” tulis Denada disertai gambar hati.

8. Ressa Sejak Kecil Memanggil Denada dengan Sebutan Mbak

Ressa mengaku sejak kecil mengenal Denada sebagai kakak sepupunya dan selalu memanggilnya dengan sebutan mbak setiap kali bertemu. Hubungan keduanya selama ini hanya sebatas tegur sapa tanpa komunikasi intens.

“Pernah ketemu, beberapa kali dan saya memanggil Mbak Denada,” terang Ressa, Jumat (9/1/2026).

9. Ressa Putus Kuliah karena Keterbatasan Ekonomi

Ressa mengaku sempat berkuliah di universitas swasta di Banyuwangi, namun terpaksa berhenti karena tidak mampu membayar biaya pendidikan. Kondisi ekonomi keluarga menjadi alasan utama ia harus mengakhiri pendidikannya di semester empat.

“Ya kuliah di sini saja, karena saya gak mampu. Tapi baru semester 4 saya keluar karena gak bisa bayar,” ungkapnya.

10. Tinggal di Gudang Rumah Induk

Ressa mengungkapkan saat ini ia tinggal di gudang rumah induk Denada di Jalan Gajahmada, Banyuwangi, demi mengurangi beban orang tua yang telah lanjut usia. Ia memilih hidup sederhana tanpa mengeluhkan kondisinya.

“Ya terakhir sampai sekarang saya tinggal di Gajahmada, di gudang belakang yang dijadikan kamar,” tegas Ressa.

Loading...

Halaman 2 dari 3

Simak Video “Video: Bangganya Denada, Anaknya Juara Kompetisi Esai di Singapura

[Gambas:Video 20detik]
(irb/hil)