Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Temani Bibi Cuci Baju, Bocah 8 Tahun Hanyut di Sungai Glenmore

temani-bibi-cuci-baju,-bocah-8-tahun-hanyut-di-sungai-glenmore
Temani Bibi Cuci Baju, Bocah 8 Tahun Hanyut di Sungai Glenmore

detik.com

Banyuwangi

Seorang bocah berusia 8 tahun asal Dusun Pengundangan, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, dilaporkan hanyut terseret arus sungai saat bermain air. Peristiwa itu terjadi saat korban menemani bibinya mencuci baju di sungai.

Korban diketahui bernama Abian Alfi Aditia. Ia pergi ke sungai yang tidak jauh dari rumah bersama bibinya, Sumatia, serta seorang teman sebayanya bernama Fano. Kejadian tersebut berlangsung pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.

“Korban awalnya datang ke sungai bersama bibinya, Sumatia, serta seorang anak bernama Fano untuk mandi dan mencuci pakaian,” ungkap Kapolsek Glenmore AKP Budi Hermawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sesampainya di lokasi, Sumatia langsung mencuci pakaian di tepi sungai. Sementara korban bersama Fano bermain air dan mandi di pinggir sungai.

“Tidak lama kemudian, Fano berteriak memberitahu bahwa korban sudah tercebur ke sungai dan terbawa arus,” jelas AKP Budi lebih lanjut.

Mendengar teriakan tersebut, Sumatia berusaha mencari korban. Namun saat itu tubuh korban sudah terbawa arus sungai yang cukup deras sehingga tidak dapat dijangkau.

Panik tak bisa menolong sang keponakan, Sumatia kemudian berlari meminta pertolongan kepada warga sekitar. Suhartatik, salah satu warga yang melihat kepanikan Sumatia, segera memanggil suaminya Asmuni. Keduanya kemudian mengajak warga lain untuk melakukan pencarian di sekitar aliran sungai.

Kapolsek Glenmore menambahkan, proses pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparat kepolisian, TNI, perangkat kecamatan, hingga masyarakat sekitar.

“Mulai pukul 10.45 WIB anggota Polsek Glenmore, Koramil Glenmore, staf Kecamatan Glenmore, serta warga melakukan pencarian dengan menelusuri aliran sungai menggunakan perahu karet,” ujar Budi.

Namun proses pencarian sempat mengalami kendala karena kondisi medan di lokasi cukup sulit.

“Hambatan di lapangan yakni kondisi tebing sungai yang curam serta arus sungai yang cukup deras,” tambahnya.

Hingga Jumat sore, korban masih belum ditemukan. Tim gabungan masih terus melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai ke arah hilir.

20D

(hil/hil)