Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Tuntaskan Pam Nataru di Selat Bali, KRI Golok-688 Tinggalkan Banyuwangi dengan Pengawalan Khusus

tuntaskan-pam-nataru-di-selat-bali,-kri-golok-688-tinggalkan-banyuwangi-dengan-pengawalan-khusus
Tuntaskan Pam Nataru di Selat Bali, KRI Golok-688 Tinggalkan Banyuwangi dengan Pengawalan Khusus

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Tuntas sudah penugasan kapal perang KRI Golok-688 mengamankan perairan Selat Bali selama libur Nataru.

Jumat (2/1), kapal berteknologi siluman produksi PT Lundin Industry meninggalkan perairan Banyuwangi dengan pengawalan dua kapal cepat.

KRI Golok menuntaskan tugas Operasi Pengamanan Natal dan Tahun Baru (PAM Nataru) di Selat Bali sejak 29 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.

Selama di Banyuwangi,  kapal perang di bawah komando Koarmada II itu bertugas memastikan kelancaran dan keamanan jalur pelayaran salah satu lintasan tersibuk di Indonesia tersebut.

Proses keberangkatan KRI Golok dari dermaga PT Pusri Banyuwangi berlangsung dengan penuh penghormatan.

Dua kapal cepat milik PT Lundin Industry Invest, perusahaan galangan tempat KRI Golok dibuat, mengawal pelepasan kapal tersebut.

Dua kapal escort bertipe K38 Interceptor, yakni KSR Tender 1 dan KSR Tender 2, mendampingi KRI Golok sejak bertolak dari dermaga Pelabuhan PT Pusri.

Kapal selanjutnya bergerak melintasi perairan Pulau Tabuhan dan dinyatakan keluar dari kawasan Selat Bali.

Sebelum bertolak, sejumlah personel Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi turut hadir melepas keberangkatan KRI Golok.

Pelepasan dipimpin oleh Mayor (Mar) I Nyoman Suarmika sebagai bentuk penghormatan atas keberhasilan pelaksanaan tugas pengamanan laut selama momentum libur panjang Nataru.

Kehadiran KRI Golok menjadi momen istimewa, karena merupakan kunjungan pertama  ke Banyuwangi sejak resmi bergabung sebagai jajaran KRI pada 2022 silam.

Komandan KRI Golok-688, Letkol Laut (P) Nanang Khunaifi mengatakan, usai menyelesaikan operasi di Banyuwangi, kapal dengan 40 kru tersebut akan kembali ke pangkalan Koarmada II di Surabaya.

“Setelah tugas Pam Nataru, KRI Golok akan kembali ke Koarmada II untuk melanjutkan agenda kedinasan berikutnya,” ujarnya.

Selama menjalankan operasi di perairan Banyuwangi, situasi keamanan laut berjalan kondusif dengan kondisi cuaca di perairan utara Banyuwangi yang cenderung lebih stabil.


Page 2

“Secara umum, perairan Banyuwangi aman dan mendukung kelancaran tugas pengamanan,” pungkasnya.

KRI Golok-688 merupakan karya anak bangsa yang dibangun oleh PT Lundin Industry Invest di Banyuwangi pada tahun 2009.

Kapal ini menggunakan material komposit serat karbon serta teknologi modern, sehingga memiliki karakteristik siluman, ringan, dan lincah saat bermanuver.

Sejak diserahkan pada TNI AL 2022 silam, KRI Golok telah melalangbuana ke berbagai wilayah di ujung Indonesia bagian barat dan utara hingga kembali ke Banyuwangi.

Sebelum singgah di Banyuwangi, kapal tersebut melaksanakan patroli dari perairan Ambalat dalam operasi Yudha Dharma-02.

KRI Golok-688 awalnya bertugas di wilayah Armada I, sebelum kemudian mengalami dispersi ke Armada II.

 KRI Golok-688 memiliki keunggulan teknologi yang membedakannya dari kapal perang lainnya.

Kapal ini merupakan satu-satunya kapal TNI AL yang menggunakan sistem pendorong water jet, sehingga memiliki kemampuan olah gerak dan manuver yang sangat baik, terutama di perairan sempit dan padat lalu lintas.

 Dari sisi teknis, KRI Golok ditenagai empat mesin MPK dengan kekuatan 1.800 HP/mesin. Jadi tak cuma lincah, kapal ini juga memiliki tenaga yang cukup besar. Kapal ini nyaman untuk olah gerak. Sudut pendorongan water jet membuat manuver lebih responsif. (fre/aif)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Tuntas sudah penugasan kapal perang KRI Golok-688 mengamankan perairan Selat Bali selama libur Nataru.

Jumat (2/1), kapal berteknologi siluman produksi PT Lundin Industry meninggalkan perairan Banyuwangi dengan pengawalan dua kapal cepat.

KRI Golok menuntaskan tugas Operasi Pengamanan Natal dan Tahun Baru (PAM Nataru) di Selat Bali sejak 29 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.

Selama di Banyuwangi,  kapal perang di bawah komando Koarmada II itu bertugas memastikan kelancaran dan keamanan jalur pelayaran salah satu lintasan tersibuk di Indonesia tersebut.

Proses keberangkatan KRI Golok dari dermaga PT Pusri Banyuwangi berlangsung dengan penuh penghormatan.

Dua kapal cepat milik PT Lundin Industry Invest, perusahaan galangan tempat KRI Golok dibuat, mengawal pelepasan kapal tersebut.

Dua kapal escort bertipe K38 Interceptor, yakni KSR Tender 1 dan KSR Tender 2, mendampingi KRI Golok sejak bertolak dari dermaga Pelabuhan PT Pusri.

Kapal selanjutnya bergerak melintasi perairan Pulau Tabuhan dan dinyatakan keluar dari kawasan Selat Bali.

Sebelum bertolak, sejumlah personel Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi turut hadir melepas keberangkatan KRI Golok.

Pelepasan dipimpin oleh Mayor (Mar) I Nyoman Suarmika sebagai bentuk penghormatan atas keberhasilan pelaksanaan tugas pengamanan laut selama momentum libur panjang Nataru.

Kehadiran KRI Golok menjadi momen istimewa, karena merupakan kunjungan pertama  ke Banyuwangi sejak resmi bergabung sebagai jajaran KRI pada 2022 silam.

Komandan KRI Golok-688, Letkol Laut (P) Nanang Khunaifi mengatakan, usai menyelesaikan operasi di Banyuwangi, kapal dengan 40 kru tersebut akan kembali ke pangkalan Koarmada II di Surabaya.

“Setelah tugas Pam Nataru, KRI Golok akan kembali ke Koarmada II untuk melanjutkan agenda kedinasan berikutnya,” ujarnya.

Selama menjalankan operasi di perairan Banyuwangi, situasi keamanan laut berjalan kondusif dengan kondisi cuaca di perairan utara Banyuwangi yang cenderung lebih stabil.