Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Pantai Pancur Alas Purwo Banyuwangi Dipenuhi Sampah Kiriman, Fenomena Tahunan Musim Angin Barat

pantai-pancur-alas-purwo-banyuwangi-dipenuhi-sampah-kiriman,-fenomena-tahunan-musim-angin-barat
Pantai Pancur Alas Purwo Banyuwangi Dipenuhi Sampah Kiriman, Fenomena Tahunan Musim Angin Barat

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kondisi Pantai Pancur, salah satu destinasi wisata andalan di Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), Dusun Kutorejo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, tampak kotor.

Tumpukan sampah terlihat memenuhi bibir pantai pada Kamis (1/1). Faktor alam diduga menjadi penyebab utama fenomena tahunan tersebut.

Tumpukan sampah di pantai ini merupakan kejadian rutin setiap memasuki musim angin barat.

Ombak besar di laut selatan kerap membawa material berupa kayu gelondongan, bambu, hingga sampah plastik ke daratan.

Staf TNAP Alan Maulana mengatakan, setiap memasuki musim angin barat, tepi pantai selatan seperti Pantai Pancur, Triangulasi, dan sekitarnya dipenuhi sampah kiriman.

Banyaknya sampah kayu di sepanjang pantai menimbulkan kekhawatiran terhadap kenyamanan dan keamanan pengunjung.

“Kami terus berupaya membersihkan sampah yang berdatangan, namun material baru selalu muncul kembali terbawa ombak,” katanya.

Alan menjelaskan, sampah yang berserakan di sepanjang pantai merupakan dampak dari intensitas hujan yang tinggi bersamaan dengan musim angin barat daya.

Selain itu, sejumlah sungai yang bermuara di laut selatan mengalami banjir dan membawa material sampah ke tengah laut.

“Ini sampah ‘paketan’ dari sungai setelah hujan deras, yang kemudian terbawa ombak kembali ke pesisir,” ungkapnya.

Dalam sehari, lanjut Alan, laut mengalami pasang surut sebanyak dua kali. Saat air pasang itulah sampah-sampah tersebut terseret ombak hingga ke pesisir.

“Saat pasang, sampah terbawa ke tepi. Ini memang faktor alam,” imbuhnya.

Pembersihan sampah biasanya dilakukan setiap Jumat oleh petugas TNAP. Namun, meski rutin dibersihkan, sampah-sampah tersebut akan kembali menumpuk dalam waktu singkat.

“Meski sering dibersihkan, volume sampah yang datang tetap besar sehingga sering menumpuk kembali,” pungkasnya. (why/sgt)