ngopibareng.id
Sejak awal tahun 2026 kecelakaan lalu lintas dengan tingkat fatalitas tinggi kerap terjadi di Banyuwangi. Kondisi ini menjadi perhatian khusus Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Rofiq Ripto Himawan. Menurutnya, kecelakaan lalu lintas telah banyak menelan jiwa.
“Sejak awal saya konsen masalah itu, karena tidak ada yang lebih disaster dari pada kecelakaan,” jelasnya, Rabu, 25 Februari 2026.
Rofiq Ripto Himawan menyebut, di Banyuwangi dalam satu tahun hampir 300 orang meninggal dunia di jalan akibat kecelakaan lalu lintas. Kondisi ini menjadi perhatian serius agar angka kecelakaan bisa ditekan. Namun menurutnya, ini tidak hanya menjadi tugas Polisi tapi semua elemen masyarakat.
“Ini menjadi fokus kita bersama, tidak bisa cuma polisinya,” tegasnya.
Dia menyebut, banyak faktor yang menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas. Salah satunya adalah penyempitan badan jalan akibat peruntukan yang tidak sesuai seperti sebagai tempat parkir, tempat bongkar muat atau tempat berjualan.
“Kalau di situ bukan tempat untuk jualan jangan sampai untuk jualan. Harusnya dipakai untuk parkir dan bongkar muat kendaraan, akhirnya bongkar muat dipinggir jalan,” katanya.
Baca Juga
Dia menyebut, fasilitas umum yang digunakan tidak sesuai peruntukannya akan menyebabkan penyempitan jalan. Kondisi ini berkaitan erat dengan masalah kedewasaan masyarakat.
“Karena lalu lintas adalah cermin kepribadian dan tingkat pendidikan masyarakat, ayo kita menjadi masyarakat yang cerdas,” ujarnya.
Baca Juga
Like






