Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Harga Daging Sapi di Banyuwangi Tembus Rp 140 Ribu Saat Ramadan

harga-daging-sapi-di-banyuwangi-tembus-rp-140-ribu-saat-ramadan
Harga Daging Sapi di Banyuwangi Tembus Rp 140 Ribu Saat Ramadan

detik.com

Banyuwangi

Harga daging sapi di Kabupaten Banyuwangi menembus Rp 140 ribu per kilogram di Pasar Blambangan. Harga tersebut terus meningkat sejak sepekan Ramadan.

Kenaikan harga terjadi secara bertahap. Dari semula Rp 95 ribu per kilogram, naik menjadi Rp 120 ribu pada hari pertama Ramadan, lalu kembali merangkak hingga mencapai Rp 140 ribu per kilogram dalam sepekan terakhir.

Salah satu pedagang daging di Pasar Blambangan, Jumali mengatakan, harga daging bervariasi tergantung kualitas. Untuk daging segar, harga mencapai Rp 150 ribu per kilogram. Daging kualitas nomor dua dijual Rp 135 ribu per kilogram, iga bakar Rp 125 ribu per kilogram, sementara kikil sapi dijual Rp 70 ribu per kilogram.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Harga daging sapi sudah naik sejak H-3 Ramadhan, ini naik terus juga karena ketersediaan sapi populasinya turun karena penyakit PMK beberapa waktu lalu,” kata Jumali, Rabu (25/2/2026).

Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Banyuwangi Baru. Harga daging sapi di pasar tersebut berada di kisaran Rp 140 ribu hingga Rp 145 ribu per kilogram.

Pedagang daging lainnya, Rahmat, mengaku kenaikan harga sudah dirasakan sejak awal Ramadan. Harga yang sebelumnya berada di kisaran normal Rp 95 ribu per kilogram, naik menjadi Rp 120 ribu dan kini menembus Rp 140 ribu per kilogram.

“Awal Ramadhan itu sudah naik, dari jagal itu saya nyembelih sendiri sapinya. Ongkos sembelih sekitar Rp 1 juta dan saya jual dari sapi per ekor itu sekitar Rp 20 juta jadi harga jual di pasar juga tetap ngikuti harga pasar,” jelasnya kepada satgas pangan.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut kondisi kenaikan harga daging sapi masih tergolong normal. Ia juga memastikan daya beli masyarakat masih cukup baik.

“Harga ini kan erat kaitannya dengan ketersediaan barang dan kami tentu akan memastikan untuk terus melakukan pengawasan sehingga harga tetap terjaga,” ungkap Ipuk.

Ipuk menambahkan, pemerintah daerah juga berupaya menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi saat ini.

“Yang harus kami jaga juga adalah daya beli masyarakat, karena sulitnya lapangan pekerjaan dan menurunnya pendapatan masyarakat berpotensi menurunkan daya beli di pasar dan itu yang harus kami jaga supaya masyarakat tetap mampu berbelanja di pasar,” tambahnya.

Meski harga meningkat, Ipuk memastikan ketersediaan daging sapi di Banyuwangi masih mencukupi hingga pertengahan Ramadan. Ia juga telah menginstruksikan dinas terkait untuk terus menjaga pasokan hingga akhir Ramadan agar tidak terjadi kelangkaan.

20D

(auh/hil)