Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Baru Beroperasi, Stasiun Kereta Api Jatake Langsung Diserbu Ribuan Penumpang

baru-beroperasi,-stasiun-kereta-api-jatake-langsung-diserbu-ribuan-penumpang
Baru Beroperasi, Stasiun Kereta Api Jatake Langsung Diserbu Ribuan Penumpang

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi mengoperasikan Stasiun Kereta Api Jatake di Kabupaten Tangerang, Banten, sejak 28 Januari 2026.

Kehadiran stasiun ini menjadi simpul layanan baru yang dirancang untuk menjawab meningkatnya mobilitas masyarakat di wilayah barat Jawa, khususnya pergerakan harian menuju pusat kegiatan ekonomi Jabodetabek.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa pengoperasian Stasiun Jatake merupakan hasil pemetaan aspirasi publik yang dilakukan secara komprehensif.

“Masukan masyarakat di wilayah barat telah kami petakan secara menyeluruh. KAI meresponsnya melalui peningkatan layanan yang dilakukan secara bertahap,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).

Ia menambahkan bahwa seluruh penguatan layanan dilakukan agar operasional berjalan “tertib, aman, dan berkelanjutan.”

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 menunjukkan wilayah Kabupaten Tangerang, Serang, Lebak, dan Pandeglang mengalami akselerasi aktivitas ekonomi, terutama dari sektor perdagangan, pertanian, serta mobilitas tenaga kerja menuju Jabodetabek.

Kondisi ini mendorong kebutuhan akan transportasi publik yang andal, terjadwal, dan terintegrasi.

Sejak beroperasi hingga 5 Februari 2026, Stasiun Jatake mencatat 7.936 pengguna gate masuk dan 8.206 pengguna gate keluar.

Capaian tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan akses transportasi rel yang semakin dekat dengan kawasan permukiman dan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Peningkatan mobilitas juga terlihat dari kinerja Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung yang melayani lebih dari 77,5 juta pengguna sepanjang 2025.

Selain itu, KAI mengoperasikan kereta khusus petani dan pedagang lintas Merak–Rangkasbitung sejak Desember 2025 dengan tarif terjangkau Rp3.000.

Seluruh pengembangan ini dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

“Langkah ini diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi ekonomi,” kata Anne.