Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Sepanjang 2025, KAI Daop 4 Semarang Amankan Ratusan Barang Penumpang, Ini Datanya

sepanjang-2025,-kai-daop-4-semarang-amankan-ratusan-barang-penumpang,-ini-datanya
Sepanjang 2025, KAI Daop 4 Semarang Amankan Ratusan Barang Penumpang, Ini Datanya

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang mencatat keberhasilan dalam pengelolaan barang tertinggal milik pelanggan sepanjang tahun 2025.

Secara keseluruhan, sebanyak 650 barang berhasil diamankan dengan total nilai taksiran mencapai Rp833.704.500.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa barang-barang tersebut ditemukan baik di dalam rangkaian kereta api maupun di area stasiun.

Seluruh barang yang ditemukan ditangani sesuai prosedur yang berlaku dan dicatat secara resmi.

“KAI menyediakan layanan Lost and Found untuk membantu pelanggan menemukan kembali barang-barang yang tertinggal selama melakukan perjalanan kereta api. Namun layanan ini bersifat fasilitatif, sehingga tanggung jawab atas barang bawaan tetap berada pada masing-masing pelanggan,” ujar Luqman, Minggu (1/2/2026) melalui keterangan tertulisnya.

Stasiun Semarang Tawang Paling Banyak Menangani Barang Tertinggal

Berdasarkan data KAI Daop 4 Semarang, penanganan barang tertinggal paling banyak dilakukan di Stasiun Semarang Tawang.

Di stasiun ini, petugas mengamankan 493 barang dengan rincian 384 barang ditemukan di dalam kereta api dan 109 barang ditemukan di area stasiun.

Nilai taksiran seluruh barang tersebut mencapai Rp536.484.500.

Sementara itu, Stasiun Semarang Poncol mencatat penanganan 96 barang tertinggal, terdiri atas 53 barang yang ditemukan di dalam kereta api dan 43 barang di area stasiun, dengan nilai taksiran sebesar Rp107.445.000.

Di Stasiun Tegal, petugas mengamankan 61 barang tertinggal, dengan rincian 47 barang ditemukan di dalam kereta api dan 14 barang di stasiun.

Total nilai taksiran barang di stasiun ini mencapai Rp189.775.000.

Ragam Barang dan Prosedur Penyimpanan

Barang-barang yang ditemukan sangat beragam, mulai dari tas, telepon genggam, tablet, tumbler, hingga berbagai barang pribadi lain yang memiliki nilai ekonomi maupun nilai penting bagi pemiliknya.

Seluruh barang tercatat dalam aplikasi Lost and Found KAI dan disimpan secara rapi serta aman di kantor pengamanan stasiun.

Dalam pengelolaannya, KAI menerapkan ketentuan khusus terkait pengelompokan barang dan masa simpan.


Page 2

Makanan dan minuman mudah basi disimpan maksimal 1×24 jam, sedangkan makanan lainnya hingga 7×24 jam. Barang biasa disimpan paling lama satu bulan, sementara barang berharga dapat disimpan hingga tiga bulan.

Apabila barang tidak diambil hingga batas waktu tersebut, KAI akan melakukan penghapusan sesuai prosedur yang berlaku.

Untuk makanan dan minuman yang melewati masa simpan, penghapusan dilakukan melalui pemusnahan.

Barang kategori biasa dapat diserahkan kepada lembaga sosial atau dimusnahkan.

Adapun barang berharga akan diserahkan kepada pihak kepolisian atau disimpan hingga maksimal tiga tahun apabila penyerahan tidak memungkinkan.

Cara Melapor Barang Tertinggal di Kereta Api

Pelanggan yang merasa kehilangan atau meninggalkan barang saat menggunakan kereta api dapat segera melapor kepada petugas Customer Service on Station, petugas keamanan, atau bagian Lost and Found.

Laporan juga dapat disampaikan melalui Contact Center KAI 121, WhatsApp 0811-2223-3121, atau melalui pesan langsung di media sosial resmi KAI 121.

Pelanggan diminta menyampaikan ciri-ciri barang serta kode booking tiket, serta tidak membagikan informasi tersebut kepada pihak yang tidak berkepentingan.

Apabila barang berhasil ditemukan, petugas akan mengarahkan proses pengambilan sesuai ketentuan.

“KAI Daop 4 Semarang memastikan setiap barang tertinggal ditangani secara profesional dan bertanggung jawab. Petugas kami telah dibekali prosedur yang jelas mulai dari pengamanan hingga pengembalian barang,” jelas Luqman.

Imbauan bagi Pelanggan Kereta Api

KAI mengimbau seluruh pelanggan untuk lebih memperhatikan barang bawaan masing-masing.

Pelanggan disarankan datang ke stasiun lebih awal agar tidak terburu-buru, serta selalu memeriksa kembali barang bawaan saat naik maupun turun dari kereta api.


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang mencatat keberhasilan dalam pengelolaan barang tertinggal milik pelanggan sepanjang tahun 2025.

Secara keseluruhan, sebanyak 650 barang berhasil diamankan dengan total nilai taksiran mencapai Rp833.704.500.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa barang-barang tersebut ditemukan baik di dalam rangkaian kereta api maupun di area stasiun.

Seluruh barang yang ditemukan ditangani sesuai prosedur yang berlaku dan dicatat secara resmi.

“KAI menyediakan layanan Lost and Found untuk membantu pelanggan menemukan kembali barang-barang yang tertinggal selama melakukan perjalanan kereta api. Namun layanan ini bersifat fasilitatif, sehingga tanggung jawab atas barang bawaan tetap berada pada masing-masing pelanggan,” ujar Luqman, Minggu (1/2/2026) melalui keterangan tertulisnya.

Stasiun Semarang Tawang Paling Banyak Menangani Barang Tertinggal

Berdasarkan data KAI Daop 4 Semarang, penanganan barang tertinggal paling banyak dilakukan di Stasiun Semarang Tawang.

Di stasiun ini, petugas mengamankan 493 barang dengan rincian 384 barang ditemukan di dalam kereta api dan 109 barang ditemukan di area stasiun.

Nilai taksiran seluruh barang tersebut mencapai Rp536.484.500.

Sementara itu, Stasiun Semarang Poncol mencatat penanganan 96 barang tertinggal, terdiri atas 53 barang yang ditemukan di dalam kereta api dan 43 barang di area stasiun, dengan nilai taksiran sebesar Rp107.445.000.

Di Stasiun Tegal, petugas mengamankan 61 barang tertinggal, dengan rincian 47 barang ditemukan di dalam kereta api dan 14 barang di stasiun.

Total nilai taksiran barang di stasiun ini mencapai Rp189.775.000.

Ragam Barang dan Prosedur Penyimpanan

Barang-barang yang ditemukan sangat beragam, mulai dari tas, telepon genggam, tablet, tumbler, hingga berbagai barang pribadi lain yang memiliki nilai ekonomi maupun nilai penting bagi pemiliknya.

Seluruh barang tercatat dalam aplikasi Lost and Found KAI dan disimpan secara rapi serta aman di kantor pengamanan stasiun.

Dalam pengelolaannya, KAI menerapkan ketentuan khusus terkait pengelompokan barang dan masa simpan.