Belum Ada Regulasi

0
325

BANYUWANGI – Penyalahgunaan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram (kg) tampaknya masih akan berlangsung lama. Sebab, hingga saat ini belum ada regulasi yang mengatur hukuman bagi para pelaku penyalahgunaan gas bersubsidi tersebut. Sales Representative LPG Rayon VI Region V Pertamina, Herdi Surya Indrawan mengatakan, Pertamina tidak memberi hukuman apa pun kepada pelaku penyalahgunaan gas elpiji 3 kg.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Sebab, sampai sekarang belum ada ketentuan hukum yang mengatur penyalahgunaan. Selama ini, ungkap Herdi, Peraturan Presiden (Perpres) 104 Tahun 2007 tidak mengatur hukuman bagi pelaku penyalahgunaan gas elpiji bersubsidi 3 kg. Perpres itu hanya mengatur penyediaan, pendistribusian, dan penetapan harga tabung gas elpiji 3 kg. Dalam Perpres 104 Tahun 2007 disebutkan, penyediaan dan distribusi tabung gas elpiji 3 kg hanya diperuntukkan rumah tangga dan usaha mikro.

“Yang memiliki hak mengonsumsi gas elpiji 3 kg hanya keluarga sejahtera C1,” ungkap Herdi. Oleh karena itu, selain keluarga sejahtera C1 tidak berhak menggunakan elpiji 3 kg. Lantaran belum ada payung hukum yang mengatur, Pertamina hanya berwenang mengendalikan penjualan. Pengendalian dilakukan agar pendistribusian elpiji bersubsidi 3 kg benar-benar tepat sasaran. Berdasar data konversi minyak tanah ke elpiji, warga Banyuwangi yang berhak mengonsumsi elpiji bersubsidi hanya sekitar 420 ribu kepala keluarga (KK).

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Baca :
Kakek 70 Tahun di Tegalsari Ditemukan Tewas Gantung Diri