Juragan Beras Dibuang di Jalan

  • Bagikan

Muatan 4 Ton Beras Dibawa Kabur

BANYUWANGI  – Aksi penipuan yang diduga dilakukan oleh sindikat profesional terjadi di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi Sabtu malam kemarin (12/5). Kawanan penjahat yang diduga berjumlah lebih dari dua orang itu membawa kabur empat ton muatan beras milik H Purwanto, 50, warga Dusun Purworejo, Desa Kalipahit, Kecamatan Tegaldlimo. Akibatnya, korban mengalami kerugian sekitar Rp 27 juta.

Salah satu pelaku sindikat penipuan itu mengaku bernama Dodik, asal Desa/Kecamatan Rogojampi. Dodik menendang dan meninggalkan Purwanto di jalan raya dekat simpang tiga Desa Watukebo, Kecamatan Rogojampi malam itu. “Saya ditendang dari motor, lalu ditinggal kabur,” terang Purwanto kemarin (13/5). Kejadian ini bermula saat Dodik datang ke rumah korban di Kalipahit beberapa hari lalu. Di kampung tersebut, korban memang dikenal sebagai juragan beras.

Saat itu, Dodik mengaku berniat membeli beras untuk dijual lagi ke Bali. “Setelah harga beras disepakati, beras kami kirim,” terang Purwanto. Akhirnya, Purwanto bersama anaknya, Ela Putri Maning, 18, berangkat ke Rogojampi sekitar pukul 16.00 Sabtu lalu (12/5). Mereka mengantar beras yang sudah dipesan dengan dinaikkan truk milik Purwanto. “Saya sendiri yang menyopiri truk itu,” kata Purwanto.

Setiba di Rogojampi, korban bertemu dengan Dodik di Masjid Rohmat, Desa Logonto. Usai salat Magrib, mereka meluncur ke Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro. Di tepi jalan Gatot Subroto tersebut, sudah menunggu truk colt diesel warna kuning dengan nopol N 8630 UG. “Semua beras yang saya bawa, dipindah ke truk tersebut,” beber Purwanto. Menurut Purwanto, proses pemindahan muatan beras seberat empat ton itu berakhir pada pukul 21.00.

Selanjutnya, truk colt diesel yang mengangkut beras itu meluncur ke utara, yakni arah jurusan Ketapang. “Karena belum dibayar, saya pulang naik motor bersama Dodik,” jelasnya. Saat memindah beras dari truknya ke truk colt diesel yang tidak dikenal itu, Purwanto mulai merasa ada yang tidak beres dengan transaksi tersebut. Untuk mengantisipasi kemungkinan yang terburuk, putrinya diminta untuk mengambil gambar truk dan motor milik Dodik melalui telepon seluler (ponsel).

Baca :
Bayi Laki-laki Baru Lahir Ditemukan di Gubuk Pinggir Sawah Banyuwangi

“Waktu difoto, mereka terlihat bingung,” ungkapnya. Dengan naik motor Yamaha Vega bernopol P 6874 YS yang dibawa Dodik, Purwanto diajak ke BCA Rogojampi untuk mengambil uang pembayaran sekitar pukul 22.00. “Dodik tidak jadi mengambil uang, alasannya kartu ATM dibawa istrinya,” jelasnya. Dengan dalih ingin mengambil kartu ATM di rumahnya, Dodik meminta pada korban untuk menunggu di BCA.

Tapi, permintaan itu ditolak, dan Purwanto bersikukuh ikut korban naik motor Yamaha Vega tersebut. “Saya minta pada anak saya untuk membawa truk,” cetusnya. Dari BCA Rogojampi itu, Dodik sempat menunjukkan rumahnya di Desa/Kecamatan Rogojampi. Karena istrinya tidak ada, mereka langsung me luncur ke Desa Blimbingsari malam itu juga. “Awalnya saya disuruh menunggu di rumahnya. Dodik berdalih akan menjemput istrinya, tapi saya nggak mau ditinggal,” sebutnya.

Dari Desa Rogojampi, Dodik membawa korban ke Desa Blimbingsari yang diakui ke salah satu keluarganya yang sedang hajatan. Di tempat hajatan ini tidak lama, karena istrinya sudah tidak ada. “Saya diajak ke simpang tiga di Desa Watukebo, dan istirahat lama di tempat  tersebut,” jelas Purwanto. Merasa dipermainkan, Purwanto memprotes Dodik agar segera membayar transaksi beras yang sudah dilakukan.

Mendapat tekanan, pelaku langsung mengajak ke rumahnya lagi. “Saat akan naik motornya, saya langsung ditendang hingga jatuh ke jalan,” beber Purwanto. Melihat korban yang bertubuh subur ini jatuh di jalan, Dodik langsung kabur dengan mengendarai motor Yamaha Vega ke arah timur jurusan Desa Blimbingsari. “Dengan dibantu warga, saya langsung lapor ke Polsek Rogojampi. Tapi oleh polisi di sana, diminta lapor ke polres,” kisahnya. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: