Sopir Tolak Naik Kapal

  • Bagikan
PERUBAHAN JADWAL: Suasana pelabuhan Landing Craft Machine (LCM) Ketapang kembali normal sore kemarin.

ara-Gara Perubahan Jadwal Penyeberangan

KALIPURO – Aktivitas dermaga pelabuhan Landing Craft Machine (LCM) Ketapang sempat macet selama beberapa jam kemarin (13/5). Para sopir truk enggan naik ke kapal, setelah pihak PT Indonesia Ferry (IF) melakukan perubahan jadwal penyeberangan. Perubahan jadwal penyeberangan tersebut sebagai tindak lanjut dari instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdar) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, Suroyo Alimoeso.

Saat kunjungan kerja ke pelabuhan Ketapang beberapa waktu lalu, Dirjen Hubdar Suroyo menginstruksikan PT IF untuk menghilangkan monopoli angkutan pelayaran tertentu. Praktik monopoli angkutan penyeberangan itu terjadi karena ada pengondisian awak truk yang akan menyeberang. Biasanya, sopir mendapat kompensasi tertentu dari operator pelayaran.

Modusnya, truk-truk tersebut dikondisikan tidak masuk pelabuhan sebelum jam keberangkatan kapal tertentu. Dirjen Hubdar Suroyo menilai, praktik pengondisian tersebut sebagai tindakan persaingan yang tidak sehat. Karena itu, Dirjen mengancam untuk mencabut izin trayek perusahaan yang terlibat dalam kegiatan monopoli angkutan penyeberangan.

Tidak hanya perusahaan angkutannya, Dirjen juga mengancam untuk mengevaluasi izin operasional kapal penyeberangan tersebut. Sebagai tindak lanjut dari instruksi itu, PT IF melakukan perubahan jadwal sandar kapal yang ada di dermaga LCM sejak kemarin. Pemberlakuan jadwal baru itu, secara otomatis mengacaukan pengondisian penumpang yang telah diduga dilakukan perusahaan tertentu. Beberapa sopir truk sempat menolak naik ke atas kapal, karena tidak sesuai dengan order yang diterimanya.

Penolakan para sopir itu menyebabkan aktivitas bongkar muat di dermaga LCM Ketapang sempat tegang. Kapal yang sudah sandar di dermaga, tidak terisi muatan karena para sopir menolak naik ke atas kapal. Karena belum terisi muatan, maka kapal yang sudah sandar di dermaga tidak segera berlayar menuju pelabuhan Gilimanuk. Akibatnya, kapal yang berasal dari Gilimanuk tidak bisa masuk dermaga untuk bongkar muatan.

Baca :
Orang Tua Lengah, Bocah 2,5 Tahun Nyaris Tewas di Akbar Zoo

Sejatinya, pelayaran dari Gilimanuk-Ketapang membutuhkan waktu satu jam hingga bongkar. Namun karena terjadi crowded, waktu pelayaran memakan waktu hingga empat jam. Untuk bisa sandar di dermaga, beberapa kapal harus antre dan mengapung di laut. Beberapa kapal memaksakan untuk tetap sandar di sekitar dermaga LCM. Walau sudah sandar, namun kapal tidak bisa melakukan bongkar penumpang karena dermaga masih terisi kapal lain.

Nakhoda beberapa kapal memilih mendekat di sekitar dermaga untuk menghemat penggunaan BBM. Sebab, kalau memilih mengapung di tengah laut, penggunaan BBM akan lebih banyak. Mereka memilih lego jangkar di sekitar dermaga untuk hemat BBM. Kepala PT IF Ketapang, Supriyanto melalui Manager Operasional Saharuddin Koto menjelaskan, pihaknya sudah memberlakukan jadwal baru sejak 12 April 2012 lalu. Perubahan jadwal itu sebenarnya bukan kebijakan baru, tapi sudah sering kali dilakukan.

Dalam perubahan kali ini, PT IF Ketapang melakukan kebijakan pemerataan angkutan pelayaran. Menurut Saharuddin, kebijakan itu memang sempat mengganggu aktivitas bongkar muat di dermaga LCM Ketapang. Namun menjelang siang hari, aktivitas bongkar muat sudah kembali normal. Kebijakan itu dilakukan agar semua operator pelayaran yang ada di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk mendapat pelayanan yang sama. (radar)

 

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: